Bahas TTP Plus Gresik, Kepala Badan Litbang Kementan Temui Bupati Gresik

Pertemuan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Muhammad dan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. FOTO : SUREPLUS/ALI ZAINI

GRESIK-SUREPLUS : Setelah diresmikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman beberapa saat yang lalu, untuk memastikan Taman Teknologi Pertanian (TTP) Gresik bisa berjalan sesuai harapan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, Muhammad menemui Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto.

Pejabat eselon I Kementerian Pertanian RI yang didampingi oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, Chendy Tafa Kresnanto, dan Kepala Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Eliana Mansyah.

Dalam pertemuan tersebut, bupati didampingi oleh Sekda Gresik, Djoko Sulistio Hadi, Kepala Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Siswadi Aprilianto, Kepala BKD Gresik, Nadhif dan Plt Kepala Dinas Pertanian Agus Budiono serta CEO PT Polowijo Gosari Gresik Achmad Djauhar.

Muhammad Syakir mengaku, dari banyaknya TTP yang ada di Indonesia  hanya TTP plus yang sudah menjadi asset Pemkab Gresik ini yang pertama dikunjunginya.

“Menurut saya TTP Gresik ini adalah TTP plus yang punya karakteristik. Saya berharap TTP Gresik ini bisa menjadi percontohan seluruh TTP yang ada di Indonesia. TTP ini akan berhasil apabila ada dukungan dari Bupati atau pemerintah, dukungan swasta dan dukungan masyarakat. Bupati sebagai innovator adalah hal penting atas kemajuan TTP pada suatu daerah. Untuk TTP Gresik ini saya optimis,” ujarnya, Senin (10/09/2018).

Menurut Syakir, inovasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian mengalir saja, dan pihaknya siap mendampingi sebatas yang diperkenankan, agar TTP plus Gresik ini sukses.

Sementara, Bupati Gresik Sambari menyampaikan harapan agar keberadaan TTP Plus Gresik ini bisa mengangkat kesejahteraan petani Gresik.

“Sebelum program intiplasma yang akan dikembangkan kepada petani, saya berharap petani harus untung, yaitu untung dalam produksi dan untung dalam pengolahan. Untuk itu kepada pihak Balitbang pertanian agar semuanya dihitung dengan cermat. Jangan sampai program intiplasma yaitu penanaman mangga intercropping dengan tanaman lain ini petani dirugikan,” ungkapnya.

Sementara CEO PT Polowijo Gresik, Achmad Djauhar Arifin menyampaikan bahwa untuk langkah awal pengembangan mangga unggul, yaitu regenerasi pohon mangga milik petani dengan bibit mangga yang unggul.

“Tahap awal kami kembangkan mangga dulu melalui penyediaan bibit unggul,” pungkasnya. (ALI ZAINI/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono