Mulai Pameran Ikan Segar hingga Kompetisi Kano di Fish Market Banyuwangi

Para nelayan Mandar, Kecamatan Banyuwangi Kota menyambut serangkaian acara yang mengangkat berbagai potensi laut di pesisir Kampung Mandar tersebut. FOTO: SUREPLUS/HENDRO SUCIPTO

BANYUWANGI-SUREPLUS: Mulai 7 hingga 12 September menjadi harinya para nelayan Mandar, Kecamatan Banyuwangi Kota. Sebab, selama enam hari itu serangkaian acara yang mengangkat berbagai potensi laut di pesisir Kampung Mandar tersebut digeber.

“Kami ingin mengangkat segala potensi laut di Kampung Mandar. Kampung ini mayoritas penduduknya adalah nelayan dan memiliki banyak hasil laut,” kata Kepala Dinas Perikanan, Hary Cahyo Purnomo, Jumat (7/9/2018).

Fish Market ini diawali dengan Rijig-Rijig Pesisir Kampung Mandar, yang digelar Jumat (7/9/2018). Berbagai lapisan masyarakat seperti Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan, Kelompok Masyarakat Pengwas (Pokmaswas), masyarakat pesisir, dan lapisan masyarakat lainnya turut serta membersihkan pesisir Kampung Mandar.

Setelah membersihkan pesisir, menurut Hary, digelar pameran ikan segar, produk olahan perikanan, pameran UKM yang ada di Kampung Mandar, 8-12 September.

Selain itu, untuk memberikan kemeriahan digelar kompetisi kano, 8-9 September. Para nelayan akan adu cepat dalam menggunakan kano.

Usai kompetisi kano, keesokan harinya digelar diskusi dan expo gerai perikanan, 10-11 September, yang membahas tentang potensi perikanan Banyuwangi. Di sini akan membahas cara penangkapan, mengolah, dan memasarkan ikan.

“Setelah itu ada petik laut kampung mandar, yang akan digelar 11 September. Ini merupakan tradisi masyarakat Kampung Mandar,” kata Hary. Petik laut ini merupakan bentuk rasa syukur nelayan atas anugerah ikan yang diberikan oleh Tuhan.

Keesokan harinya sekaligus penutupan, digelar fish market festival, yang disertai launching Mandar Clean Fish Center, lomba bakar ikan, lomba masak kreasi berbahan ikan, pada 12 September.

Menurut Hary, agenda ini selain mengangkat potensi perikanan di Kampung Mandar, juga memberikan hiburan bagi wisatawan, dan edukasi terkait dunia perikanan.
“Karena itu kami gelar selama satu minggu, agar wisatawan bisa memilih dan punya kesempatan untuk melihat potensi perikanan Banyuwangi,” kata Hary. (HENDRO SUCIPTO/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas