Menpar : Pengembangan Nomadic Tourism Dijalankan dengan Konsep 5S

Menteri Pariwisata Arief Yahya saat menyampaikan paparannya dalam acara the 4th ASEAN Marketing Summit 2018 di Raffles Hotel, Jakarta. FOTO : DOK KEMENPAR

JAKARTA-SUREPLUS : Digital destination dan nomadic tourism merupakan strategi untuk merebut wisatawan mancanegara atau wisman. Dua model destinasi ini sekarang jadi pilihan banyak wisatawan, khususnya di kelompok milenial.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam acara the 4th ASEAN Marketing Summit 2018 di Raffles Hotel, Jakarta, Kamis (6/9/2018).

“Tidak mungkin membangun berbagai destinasi yang begitu banyak di Indonesia jika menggunakan konsep yang lama, seperti Nusa Dua yang membutuhkan waktu 20 tahun,” katanya, seperti ditulis dalam siaran persnya.

Untuk itu, kata Menpar, pengembangan nomadic tourism bisa dijalankan dengan konsep 5S, yaitu ‘Solusi Sementara sebagai Solusi Selamanya’. Ia mencontohkan, bagaimana Telkomsel yang dulu mengembangkan layanan pra bayar sebagai solusi sementara, sekarang justru menjadi solusi selamanya.

Menpar juga menjelaskan, nomadic tourism sangat customer-centric. Sehingga harus diketahui positioningnya, yaitu memilih market millenials. “Anak-anak muda sangat mobile, (melek) digital, dan interaktif. Mereka mambutuhkan pengakuan, esteem need, terutama melalui media sosial,” tegasnya.

Menpar kemudian menjelaskan, bagaimana Orchid Forest di Cikole sebagai benchmark sudah mengembagkan konsep destinasi dengan berbekal customer-nya, yaitu kaum millenials.

Hadir dalam kesempatan itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, para ketua marketing association negara ASEAN, dan Hermawan Kertajaya dari Markplus sebagai tuan rumah acara. (PRS/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono