Gembleng 100 Startup, Gandeng Amazon Web Service Indonesia

Kementerian Perindustrian menggandeng perusahaan startup ternama PT Amazon Web Service Indonesia untuk memacu startup generasi muda di Indonesia. FOTO: KEMENPERIN.GO.ID

JAKARTA-SUREPLUS: Tumbuhnya pelaku usaha rintisan digital (startup) di dalam negeri, terus didorong oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Termasuk menggandeng perusahaan startup ternama PT Amazon Web Service IndonesiaPT Amazon Web Service Indonesia untuk memacu startup generasi muda.

“Kami pilih startup yang bisa dikomersialkan ini, agar para peserta menjadi semangat,”kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto usai membuka Workshop Cloud Computing di Kemenperin, Jakarta, Kamis (06/09/2018) seperti dikutip dari kemenperin.go.id.

Menurut Menperin, diharapkan semakin banyak startup nasional yang sadar terhadap pentingnya infrastruktur digital yang jadi ciri penerapan revolusi industri 4.0. “Seperti cloud computing untuk mendukung bisnisnya,” kata Airlangga.

Workshop Cloud Computing merupakan kegiatan awal dari serangkaian agenda Making Indonesia 4.0 Startup yang diluncurkan oleh Kemenperin. Sebanyak 100 peserta mengkuti lokakarya yang berlangsung selama dua hari, 6-7 September 2018.

Kompetisi inovasi teknologi yang dilaksanakan hingga November 2018 ini diyakini akan memacu daya saing industri kecil dan menengah (IKM) nasional.

“Program ini juga bertujuan membangun ekosistem inovasi, sehingga sejalan dengan roadmap Making Indonesia 4.0. Kami meyakini generasi milenial Indonesia memiliki banyak potensi di bidang startup,” lanjut Airlangga.

Menperin menegaskan, pihaknya semakin rajin meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung pengembangan industri nasional. SDM terampil menjadi salah satu kunci penerapan ekonomi digital secara inklusif.

“Banyak program yang sudah kami buat untuk anak muda, misalnya mendorong technopark seperti Apple Academy. Selain itu bekerja sama dengan berbagai perusahaan, seperti NTT Communication serta melibatkan banyak kelompok masyarakat dan new entrepreneur. Ini yang harus kita masifkan ke publik sehingga masyarakat mengetahui peluangnya begitu besar di era digital,” paparnya.

Perjalanan revolusi industri generasi keempat ini sama dengan revolusi industri sebelumnya, yakni mengubah cara pandang dalam berkegiatan atau proses produksi. “Tentu ini yang kita terus dorong agar semua sadar bahwa industri, aplikasi, atau servis dengan menggunakan teknologi akan terjadi akselerasi dalam pertumbuhan ekonomi,” kata Menperin.

Guna membangun industri manufaktur yang kokoh, Indonesia akan fokus pada lima sektor utama untuk penerapan awal dari teknologi revolusi industri 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia dan elektronika.

Semantara itu, teknologi digital yang perlu diterapkan, antara lain Internet of Things, robotic, printer 3D, big data analysis, cloud computing, artificial intelligence, machine learning, wearable augmented, virtual reality, dan automation. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P