Menunggu Aksi Andien dan Mus Mujiono di Jazz Gunung Ijen

Ijen Summer Jazz
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat menghadiri konferensi pers ditemani Djaduk Ferianto dan Mus Mudjiono. FOTO : SUREPLUS/HENDRO SUCIPTO

BANYUWANGI-SUREPLUS : Setelah tampil di Gunung Bromo, Jazz Gunung mampir di Kabupaten Banyuwangi. Jazz Gunung Ijen, atau biasa dikenal Ijen Summer Jazz, akan digelar di Amfiteater Taman Gandrung Terakota, Jiwa Jawa Resort Ijen, Banyuwangi, 22 September mendatang.

Jazz Gunung Ijen menampilkan Andien, Shadow Puppets featuring Marcell Siahaan, Idang Rasjidi and The Next Generation featuring Mus Mujiono dan Sastrani. Acara ini akan dipandu oleh Djaduk Ferianto yang didampingi Alit dan Gundhi.

Jazz Gunung Ijen digelar di Amfiteater Taman Gandrung Terakota yang menawarkan pemandangan dengan latar belakang persawahan dan ratusan patung terakota berwujud penari Gandrung. Patung-patung ini tersebar di sekitar persawahan yang terletak 600 mdpl dengan kapasitas duduk penonton yang lebih besar.

“Jazz Gunung Ijen kali ini kami konsep merawat ruwat budaya Banyuwangi,” kata Sigit Pramono, Penggagas Jazz Gunung, saat ditemui sureplus.id, Rabu (5/9/2018).

Pagelaran ini akan dibuka oleh penampilan Sendratari Meras Gandrung di bawah pimpinan Haidi Bing Slamet, yang nantinya akan digelar secara rutin di Amfiteater Taman Gandrung Terakota. Sajian ini nantinya akan jadi atraksi bagi penikmat wisata budaya yang berkunjung ke Kaki Gunung Ijen.

Satu hal yang spesial dari Jazz Gunung Ijen adalah keintiman interaksi antara penampil dengan penonton. “Di Jazz Gunung Ijen penonton akan terasa lekat tanpa sekat seakan menyaksikan penampilan musik di belakang rumah sendiri,” kata Sigit.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi pihak yang menggelar event di rangkaian Banyuwangi Festival ini.

“Ini merupakan destinasi, karena bagian dari menciptakan ruang-ruang kebudayaan bagi Banyuwangi,” kata Anas.

Tiket Jazz Gunung Ijen bisa didapatkan dengan harga Rp 375 ribu untuk kategori regular, dan Rp 750 ribu untuk kategori premium, termasuk jamuan makan malam. (HENDRO SUCIPTO/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono