Terapkan E-Tax, Pajak Banyuwangi Meningkat 200 Persen

Pemkab Banyuwangi menerapkan e-tax dalam tiga bulan terakhir bagi rumah makan dan restoran. Hasilnya, pendapatan pajak dari sektor ini meningkat hingga 200 persen. FOTO: SUREPLUS/HENDRO SUCIPTO

BANYUWANGI-SUREPLUS: Dalam tiga bulan terakhir, Pemkab Banyuwangi menerapkan pemasangan e-tax bagi rumah makan dan restoran. Hasilnya pendapatan pajak dari sektor ini meningkat hingga 200 persen.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Banyuwangi, MY Bramuda mengatakan, penerapan e-tax mulai membuahkan hasil. Terjadi peningkatan pajak secara signifikan hingga 200 persen.

“Pengusaha restoran dan warung makan yang menggunakan e-tax sudah meningkat sekitar 50 persen. Yang tadinya hanya setor Rp 1 juta sampai Rp 2 juta tiap bulan, kini naik menjadi Rp 6 juta. Saat ini banyak warung dan restoran yang tadinya tidak mau memasang e-tax (alat penghitung pajak-red), sekarang sebulan bisa setor sampai Rp 23 juta,” kata Bramuda, Selasa (04/09/2018).

Dari data yang dikeluarkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyuwangi, hingga 31 Agustus 2018 lalu, total realisasi PAD Banyuwangi mencapai 51,36 persen atau Rp 270,85 miliar dari target Rp 527,38 miliar (target PAD sebelum perubahan).‎

Pada nota pengantar perubahan Kesepakatan Kebijakan Umum Perubahan APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA PPAS), struktur APBD Banyuwangi mengalami perubahan, baik dari sisi pendapatan maupun belanja.

Pendapatan daerah menjadi sebesar Rp 3,06 triliun atau bertambah Rp 84,57 miliar dari penghitungan awal yang sebesar Rp 2,98 triliun. Belanja daerah menjadi sebesar Rp 2,884 triliun atau menurun sebesar Rp 125,18 miliar dari sebelumnya yang sebesar Rp 3,009 triliun.

“Optimalisasi pendapatan kami lakukan seiring dengan efisiensi belanja secara lebih realistis. Penyesuaian ini dilakukan sebagai upaya menjaga kesinambungan fiskal daerah, dengan tetap memprioritaskan program prioritas seperti infrastruktur dan pelayanan publik,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Bupati Anas mengimbau kepada pengusaha jasa kuliner untuk membayar pajak daerah yang telah ditetapkan. Ia mengaku senang karena jumlah pembayar pajak restoran di Banyuwangi mulai meningkat.

Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tercantum dalam Perubahan APBD tahun anggaran 2018, disebutkan, PAD meningkat menjadi Rp 589,38 miliar atau bertambah sebesar Rp 62 miliar dari penghitungan awal sebesar Rp 527,38 miliar. yang salah satunya didapat dari penerimaan pajak restoran. (HENDRO SUCIPTO/AZT)

Editor: Aziz Tri P