Publik AS Asyik Nikmati Kopi dan Teh Unggulan Indonesia

Warga Los Angeles, AS merespon positif promosi kopi dan teh unggulan asal Indonesia. Mereka asyik menikmati suguhan tersebut di event Explore Indonesia. FOTO: ITPCLA.COM

JAKARTA-SUREPLUS: Ada strategi baru yang ditempuh Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles (LA) untuk mempromosikan kopi dan teh Indonesia di Amerika Serikat (AS). Apa itu? Dengan menggelar 24 hours free Indonesian Coffee & Tea Bar.

Ini merupakan bagian dari ajang Explore Indonesia yang digelar di Konsulat Jenderal RI LA, California, AS, seperti dikutip dari Berita Perdagangan di situs kemendag.go.id, Selasa (04/09/2018).

“Momentum ini menjadi kesempatan pemasaran secara tidak langsung kepada publik AS. Selain itu, kita bisa memperkenalkan keunikan kopi dan teh Indonesia,” kata Kepala ITPC LA, Antonius Budiman.

Menurut Antonius, pada kegiatan kali ini ITPC LA menyertakan waralaba kedai kopi terkenal asal AS. Keikutsertaan waralaba kedai kopi tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan publik bahwa kedai kopi terkenal AS menggunakan kopi Indonesia sebagai komposisi campuran utamanya.

Seperti Komodo Dragon Blend, Bali Blue Moon dan Sumatra. Selain itu, kedai kopi tersebut juga menampilkan kopi unggulan Indonesia seperti Tanamera dan Javanero. “Hal ini menimbulkan rasa keingintahuan terhadap kopi dari berbagai kawasan penghasil kopi di Indonesia,” lanjut ia.

Selain kopi, ITPC LA juga mempromosikan dua merek teh siap minum, yaitu Teh Kotak dan Teh Botol Sosro. Selain minuman, pada kegiatan ini disuguhkan makanan ringan seperti Gerry Cheese Crackers.

“Antusiasme pengunjung pada acara ini sangat tinggi, sehingga antrian untuk mendapatkan sampel kopi, teh dan kudapan tidak pernah sepi,” imbuh Antonius.

Explore Indonesia merupakan ajang tahunan yang bertujuan untuk mempromosikan Indonesia kepada masyarakat di California, AS. Kegiatan yang mengangkat tema Celebrate Our Oceans ini merupakan sinergi antara KJRI LA, ITPC LA, serta Indonesian Women Alliance (IWA).

Pada ajang ini barang dagangan Indonesia yang ditampilkan antara lain produk tas, dompet, dekorasi rumah, fesyen, makanan dan minuman olahan, serta berbagai masakan dan jajanan pasar khas Indonesia.

AS merupakan pasar potensial bagi eksportir kopi dan teh dari seluruh dunia. Berdasarkan data Kementerian Pertanian AS (USDA) pada tahun 2018, tingkat konsumsi kopi masyarakat AS diprediksi mencapai 1,55 juta ton. Menurut data tersebut, AS berada di peringkat kedua dunia setelah Uni Eropa untuk tingkat importasi kopi.

Pada tahun 2016 nilai impor kopi AS sebesar USD 5,6 miliar. Angka tersebut naik 10 persen menjadi 6,1 miliar dolar AS pada tahun 2017. Saat ini Indonesia berada di urutan keenam sebagai negara asal impor kopi di AS, dengan pangsa pasar 5,05 persen. Pada tahun 2017 nilai impor kopi AS asal Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,63 persen atau sebesar 312 juta dolar AS dari sebelumnya sebesar 304 juta dolar AS pada tahun 2016.

“Peningkatan ekspor kopi ke AS sangat prospektif mengingat Brasil dan Peru yang merupakan eksportir kopi utama mengalami penurunan ekspor ke AS pada periode yang sama,” jelas Antonius.

Sementara itu untuk produk teh, AS merupakan negara dengan nilai importasi ketiga terbesar di dunia, dengan nilai 467 juta dolar AS pada tahun 2017. Sebanyak 23 persen dari total populasi AS merupakan peminum teh rutin setiap harinya, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 5,5 persen atau sebesar 2,4 juta orang per tahun.

Peningkatan konsumsi teh diyakini sejalan dengan tren gaya hidup masyarakat AS terutama kalangan milenial yang peduli dengan kesehatan. Impor teh AS asal Indonesia berada di peringkat ke-13 dengan nilai sebesar 7,2 juta dolar AS. Sedangkan varian teh yang paling diminati masyarakat AS adalah teh hitam (80 persen), diikuti teh hijau (16 persen), dan sisanya adalah varian oolong, teh putih, dan teh pekat. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P