Job Market Fair Banyuwangi Siapkan 2.500 Lowongan Kerja

Hingga saat ini, Job Market Fair masih dianggap sebagai program pemerintah yang paling efektif untuk menurunkan jumlah pengangguran. Dalam gelaran 2013 hingga 2016, tercatat 3.400 tenaga kerja sudah terserap. FOTO : SUREPLUS/HENDRO SUCIPTO

BANYUWANGI-SUREPLUS : Banyuwangi akan menggelar Job Market Fair (JMF), di GOR Tawangalun, 6-8 September 2018 mendatang. Dalam event ini diperkirakan terdapat 2.500 lowongan pekerjaan.

Lowongan ini disiapkan 54 perusahaan dari berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Jember dan Surabaya. Perusahaannya beragam mulai dari perbankan, rumah sakit, perhotelan, instansi, retail, otomotif hingga leasing.

Kategorisasi lowongan yang ada pun beragam. Mulai dari tenaga administrasi, akuntan, marketing, relations banking officer, hingga tenaga teknik elektro.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Alam Sudrajat mengatakan, ini sebagai upaya pemerintah untuk memfasilitasi para pencari kerja dan perusahaan.

“JMF akan mempertemukan antara perusahaan dengan calon tenaga kerja yang dibutuhkan. Para pencari kerja akan bisa langsung memilih jenis pekerjaaan yang ditawarkan dan bisa langsung memasukkan lamaran langsung di lokasi,” kata Alam.

Tidak hanya untuk pencari kerja dari Banyuwangi saja, namun JMF ini juga terbuka bagi luar daerah. “Banyak juga rumah sakit yang membuka lowongan untuk tenaga-tenaga medis dan non medis. Tak ketinggalan, ada juga hotel yang membuka lowongan kerja,” jelas Alam.

Selama job fair, para pelamar bisa langsung datang ke lokasi dengan membawa surat lamaran ataupun persyaratan lain yang biasanya dibutuhkan. Misalnya, foto copy ijazah dan transkrip nilai yang telah dilegalisasi, pas photo terbaru, dan KTP.

Di JMF ini pelamar nantinya bisa langsung bertemu dengan personalia perusahaan dan difasilitasi langsung wawancara. JMF akan dibuka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Menurut Alam, job market fair merupakan program pemerintah yang paling efektif untuk menurunkan jumlah pengangguran. Sejak digelar 2013 lalu sudah mampu menyerap ribuan tenaga kerja baru. Dari hasil data 2013 hingga 2016, tercatat 3.400 tenaga kerja sudah terserap.

“Ini sarana yang efektif mempertemukan antara pencari kerja dan perusahaan yang membutuhkan tenaga tertentu. Untuk itu, kami rutin menggelarnya sejak enam tahun lalu,” pungkas Alam. (HENDRO SUCIPTO/HDL)

Editor: Hendro D. Laksono