Holcim Indonesia Bukukan Penjualan Signifikan di Semester Pertama 2018

Pada semester pertama 2018, PT Holcim Indonesia Tbk berhasil mencatatkan penjualan yang sangat signifikan. FOTO : SOLUSIHOLCIM.COM

SURABAYA-SUREPLUS: PT Holcim Indonesia Tbk umumkan kinerja keuangannya untuk periode semester pertama tahun 2018. Dalam kurun waktu tersebut, Holcim Indonesia telah mencapai pertumbuhan penjualan yang sangat signifikan di semester pertama tahun ini.

Presiden Direktur Holcim Indonesia Gary Schutz mengatakan, jika pertumbuhan ini didorong oleh tren pasar yang membaik. Bagi Holcim sendiri, ini merupakan bukti konkret strategi jitu memperkenalkan solusi-solusi inovatif kepada masyarakat.

“Kami juga menghargai upaya pemerintah untuk melanjutkan pembangunan di seluruh wilayah, yang diharapkan akan mendorong potensi-potensi baru bermunculan seperti pada sektor perumahan, komersial, serta sarana dan pra-sarana umum,” paparnya pada Sureplus.id, Senin (3/9/2018) petang.

Diakui, konsumsi semen secara nasional hingga saat ini tercatat mengalami peningkatan hingga 30 juta ton pada semester pertama tahun 2018, atau naik sekitar 3 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pencapaian ini juga dipengaruhi oleh peningkatan penjualan selepas masa libur Lebaran yang jatuh lebih awal dibandingkan tahun lalu. Meski demkian, volume penjualan semen dan klinker juga mengalami peningkatan sebesar 5,9 persen menjadi Rp 4,452 miliar jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 4,288 miliar.

Sementara itu, terkait dengan Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) operasional turun menjadi Rp 233 miliar karena beban dari kenaikan biaya energi untuk produksi per ton semen.

Ke depan, lanjut Gary, Holcim akan menargetkan peningkatan harga jual dan pertumbuhan hingga enam persen seiring membaiknya kondisi pasar. “Salah satunya dengan kemudahan kredit yang akan mendorong sentimen positif kepemilikan properti dan kebutuhan semen,” tukasnya. (DONY MAULANA/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono