Desa Metatu Gresik Gelar Pelatihan Kerajinan Tangan

Para pelaku usaha kerajinan tangan di Desa Metatu bersama Dinas Koperasi Perindustian dan Perdagangan Gresik menggelar pelatihan, Selasa (4/9/2018). FOTO; SUREPLUS/ALI ZAINI

GRESIK-SUREPLUS: Didapuk sebagai sentra kerajinan tangan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, para pelaku usaha kerajinan tangan di Desa Metatu tak ingin berpuas diri. Bersama Dinas Koperasi Perindustian dan Perdagangan Gresik, para pelaku usaha di desa itu menggelar pelatihan, Selasa (4/9/2018).

Sebagai informasi, Desa Metatu dikenal sebagai sentra kerajinan tangan, khususnya kerajinan tempat kue dan penutup toples. Dengan pelatihan tersebut, kualitas kemasan kerajinan tangan yang mereka hasilkan diharapkan bisa lebih baik, beragam dan inovatif.

Untuk memenuhi ekspektasi para pelaku usaha di desa ini, Diskoperindag Gresik mendatangkan tenaga profesional untuk membantu para pelaku usaha kerajinan di Desa Metatu dalam membuat penutup toples dan tempat kue yang baik, eye catching, dengan kemasan yang menarik.

“Pelatihan ini dimaksudkan supaya kerajinan tangan yang sudah berjalan di Desa Metatu semakin maju. Namun, semua itu harus ada komitmen dari masyarakat agar bisa tetap bertahan. Dukungan dari kepala desa adalah salah satu kunci keberhasilan usaha ini,” ujar Kepala Diskoperindag Gresik, Agus Budiono, Selasa (4/9/2018) di sela-sela pelatihan berlangsung.

Kepala Desa Metatu Nurul Asikin memang memiliki peran dan kontribusi positif pada usaha kerajinan tangan di Desa Metatu. Pasalnya, Nurul cukup pro-aktif membantu dan memberikan informasi terkait upaya membangun usaha di desa ini, termasuk pengajuan pelatihan ke Diskoperindag Gresik.

“Kami memang mengajukan pelatihan ke Diskoperindag Gresik, supaya warga mendapat ilmu lagi. Bagaimana melakukan package yang benar mengingat persaingan bisnis ke depan semakin ketat,” tuturnya.

Diakui Nurul Asikin, ide menjadikan desanya sebagai sentra kerajinan tangan muncul ketika ia mengunjungi salah satu desa yang ada di Jawa Timur. Dimana warga desa tersebut sebagian besar mengandalkan kerajinan tangan dalam menopang perekonomiannya.

“Saya terinspirasi sewaktu mengunjungi salah satu desa. Setelah melihat potensinya sangat cocok diterapkan di Desa Metatu,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Metatu yang sudah menggeluti usaha ini, Laili Rodiyah (38) mengakui, adanya tambahan pelatihan dari Diskoperindag sangat bermanfaat. Ia mengaku mendapatkan ilmu baru mengenai pembuatan package yang menarik.

“Package yang menarik sangat penting. Sebab, kemasan yang baik bisa merangsang orang untuk membeli produk yang kita jual,” ungkapnya. (ALI ZAINI/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas