Krisis Moneter dalam Sapuan Tinta China Fabiola Natasha

Menyuguhkan 11 karya lukis, satu karya instalasi foto-video, dan satu karya instalasi di kaca, Bernadette Godeliva Fabiola Natasha setia pada kejujurannya. Sepanjang 1-23 September 2018, karya-karya ini dipajang dalam pameran tunggalnya, ‘Kaze, The Sound Of My Soul’. FOTO : ISTIMEWA

SURABAYA-SUREPLUS: Krisis moneter di Indonesia meninggalkan banyak luka. Meski 20 tahun kemudian, peristiwa ini justru jadi inspirasi bagi sejumlah orang. Di antaranya bagi Bernadette Godeliva Fabiola Natasha, pelukis dari Surabaya.

Lihat saja, dalam deretan karya apik yang ia tampilan di pameran tunggal, ‘Kaze, The Sound Of My Soul’, ia menyuguhkan ‘Nana Korobi Yaoki; Daruma’.

Daruma adalah boneka Jepang berbentuk hampir bulat dengan bagian dalam kosong. Tanpa kaki dan tangan, boneka yang desainnya diinspirasi Bodhidharma, pendiri Zen ini dipercaya membawa keberuntungan sekaligus lambang harapan yang belum tercapai.

“Lukisan ini terinspirasi perjuangan keluarga saya saat melewati krisis ekonomi 1998,” aku Fabiola pada Sureplus.id, Senin (3/9/2018). Boneka Daruma, lanjutnya, jika disentuh atau didorong biasanya akan kembali ke posisi semula.

Bahkan dalam peribahasa Jepang, setelah jatuh enam kali, maka seseorang pasti akan bangkit pada kali ke-tujuh.

“Keyakinan inilah yang menjadi penyemangat hidup kami saat dihadapkan pada krisis moneter yang tidak saja menghancurkan ketahanan ekonomi keluarga, namun juga menyisakan trauma sosial,” jelasnya.

Nana Korobi Yaoki; Daruma, adalah satu dari 11 karya yang disajikan Febiola dalam pamerannya di SOHAM Creative Space, Jl Kemang Raya, Jakarta Selatan, 1-23 September 2018 mendatang.

“Selain 11 karya lukis, ada satu karya instalasi foto-video, dan satu karya instalasi di kaca,” kata perupa spesialis tinta China ini. Seluruh karya yang dipamerkan, baik secara terbuka maupun khusus, bercerita tentang peristiwa-peristiwa yang ia lalui.

Di antara karya-karya yang dipamerkan juga ada satu karya hasil kolaborasi, yakni instalasi foto-video berjudul Transition. Bersama Affandi, performance artist, dan Elise Orlowski, cinematographer, Fabiola menyuguhkan isu feminitas dan maskulinitas yang diterimanya sejak kecil. (HDL)

Editor: Hendro D. Laksono