Brunei Impor Benih Padi Hibrida dari Indonesia

Seremoni pemberangkatan impor benih padi hibrida dari PT Biogene Indonesia, Gresik, ke Brunei Darussalam. FOTO : SUREPLUS/ALI ZAINI

GRESIK-SUREPLUS : Negara Brunei Darussalam mengimpor benih padi hibrida dari PT Biogene Indonesia, Gresik. Impor benih padi ini merupakan yang perdana dilakukan oleh negara Brunei.

Direktur Utama PT Biogene Plantation Bambang Priadi Priyono mengatakan, impor yang dilakukan Brunei merupakan yang perdana karena yang dikirim merupakan benih komersial melalui transfer teknologi.

“Sebelum ada permintaan dari Brunei Darussalam. Permintaan benih hibrida ini dijembatani oleh Kementrian Luar Negeri lalu direspon oleh pemerintah kerajaan Brunei,” ujar di sela-sela Pelepasan Ekspor Benih hibrida Perdana di PT Biogene Plantation di Driyorejo, Gresik, Senin (3/9/2018).

Lebih lanjut Bambang mengatakan, pengiriman benih padi hibrida ini bukan dilihat dari jumlah ton yang dikirim. Tapi menekankan pada transfer tekonologi. Sebab, negara Brunei meminta agar benih yang dikirim dari Indonesia supaya dibantu dalam penanaman, hingga menghasilkan padi yang bermutu.

“Sebelum ditanam di Brunei kami sudah melakukan trial di sejumlah negara. Di antaranya di Malaysia dan Vietnam. Hasilnya tidak mengecewakan,” ujarnya.

Bambang menambahkan, terkait dengan transfer teknologi dengan produksi semua itu tergantung berapa luas lahan panen yang dihasilkan. Misalnya, untuk benih dari lahan 3-4 hektar, kalau diproses menghasilkan 2 ton.

“Untuk lahan kami juga menggandeng lahan pertanian dari petani Ngawi dan Ponorogo,” tandasnya. (ALI ZAINI/HDL)

Editor: Ali Zaini