Mashudi, Kantongi Jutaan Rupiah Berbekal Serabut Kelapa

Mashudi (kanan), pengrajin sapu serabut kelapa, Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, tampak menggunakan mesin serabut kelapa dalam memproduksi sapu andalannya, Sabtu (1/9/2018). FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS : Berpenghasilan jutaan rupiah tiap bulan, tentu menjadi dambaan setiap orang. Bahkan termasuk, Mashudi, seorang warga Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

Dari berbekal impian inilah, pria berusia 41 tahun itu, memberanikan diri meraih keberhasilan dengan berbekal serabut kelapa. Alhasil, dari modal tersebut dia sukses memproduksi sejumlah sapu dengan serabut kelapa.

“Iya awalnya hanya mencoba. Tapi kok lama-lama yang minta sapu sabut kelapa banyak,” kata Mashudi, pengrajin sapu serabut kelapa, di Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Sabtu (1/9/2018).

Padahal, bagi sebagian serabut kelapa atau serong disebut sabut kelapa, kerapkali menjadi barang yang disisihkan. Akan tetapi, dengan kemampuannya ternyata Mashudi mampu mengangkat potensi serabut kelapa menjadi barang berharga. Selain itu, juga berhasil mendatangkan pundi keuangan bagi dirinya.

“Alhamdulillah, usaha yang saya rintis sejak krisis moneter sskitar tahun 1997 sampai sekarang bisa menghidupi keluarga. Khususnya, anak-anak di pondok, karena latar belakang saya di pondok pesantren,” katanya.

Mengenai penghasilan, dengan dibantu 5 orang tenaga kerja, maka kini Mashudi sukses membukukan omzet Rp 2,5 juta hingga Rp 4 juta per bulan.

Nominal ini diperolehnya, dengan kapasitas produksi mencapai 75 batang sapu per hari. Sementara, tentang pemasaran produk sapu serabut kelapa ini dilakoninya dengan memaksimalkan para tengkulak. Yang mana, hargamya dibanderol sebesar Rp 8.000 per buah sapu serabut kelapa.

Sampai sekarang, lanjut Mashudi, konsumen produk yang sejak tahun 2004 menjadi unggulan Kabupaten Kediri itu, melenggang ke berbagai daerah. Mulai dari Kediri hingga di luar Kota Kediri.

Keberhasilan ini ditorehnya juga karena dukungan besar dari pemda setempat. Yang mana pihaknya mendapatkan bantuan sejumlaj mesin serabut. Dengan demikian, proses produksi tidak lagi manual, tetapi semakin cepat dan efektif melalui keberadaan mesin serabut kelapa. (AYU CITRA SR/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas