Komunitas Jeep Gelar Aksi Bersih-Bersih Kawah Ijen

Barong Jeep Banyuwangi, melakukan aksi bersih-bersih sampah di sepanjang rute setapak Kawah Ijen di Banyuwangi itu, Sabtu (1/9). FOTO: SUREPLUS/HENDRO SUCIPTO

BANYUWANGI-SUREPLUS: Komunitas pengemudi dan pemilik mobil Jeep, yang melayani perjalanan ke Kawah Ijen, Barong Jeep Banyuwangi, melakukan aksi bersih-bersih sampah di sepanjang rute setapak destinasi favorit di Banyuwangi itu, Sabtu (1/9).

Selain memunguti sampah di sepanjang jalan menuju Kawah Ijen, mereka juga mengajak wisatawan untuk melakukan aksi yang sama.

Dalam kegiatan ini, terkumpul satu truk sampah plastik yang dibawa wisatawan turun dari puncak Ijen.

Aksi mereka mendapat apresiasi dari wisatawan yang datang ke Kawah Ijen. Goh King, turis asal Malaysia, mengapresiasi keterlibatan wisatawan membersihkan sampah di kawasan Ijen.

“Banyak sampah plastik di atas. Kami senang bisa terlibat dalam kegiatan seperti ini. Semoga kegiatan ini terus dilakukan agar Ijen semakin bersih,” katanya. ‎

‎Kepala BKSDA Wilayah V Jawa Timur Sumpena mengatakan, gerakan ini menjadi pioneer kegiatan bersih-bersih yang melibatkan wisatawan. Ini diharapkan dapat menyadarkan wisatawan tentang kebersihan Ijen. Apalagi, Kawah Ijen menjadi destinasi wisata unggulan Banyuwangi.

“Ini sangat bagus. Ada keterlibatan masyarakat dan pengelola Ijen dalam menjaga tempat wisata ini. Apalagi, Oktober nanti, ribuan delegasi IMF-World Bank akan melakukan kunjungan ke Kawah Ijen.

Danu Fauzin, Ketua Barong Jeep Banyuwangi, mengatakan, aksi ini dilakukan untuk menjaga Ijen dari sampah yang ditinggalkan oleh wisatawan yang tak bertanggung jawab.

“Kalau Ijen kotor, akan membuat berkurangnya wisatawan yang datang ke sini,” kata Danu.

Sebelum melakukan aksi bersih-bersih sampah, mereka juga membagikan tas plastik kepada wisatawan yang naik ke puncak Ijen pada Sabtu dini hari, di pintu masuk Kawah Ijen.

Para wisatawan yang mayoritas turis asing tersebut, terlihat mengantri mengambil tas plastik.

Setelah turun dari Kawah Ijen, tas plastik yang telah berisi sampah tersebut diganti oleh satu gelas kopi dan jajanan tradisional.

“Saat wisatawan naik kami beri tas plastik untuk tempat sampah. Selanjutnya sampah yang dibawa turun akan kami ganti dengan satu cup kopi dan makanan ringan. Selain itu juga ada souvenir yang kami bagikan. Wisatawan juga diminta untuk memungut sampah yang ada di sepanjang jalan setapak itu,” ujar Danu.

Dengan melibatkan wisatawan, tambah Danu, ini untuk menumbuhkan kepedulian wisatawan untuk kebersihan destinasi wisata.

“Kalau dari mancanegara sadar dengan kebersihan. Sampah mereka bawa kembali tidak dibuang sembarangan. Tapi kalau wisatawan domestik itu yang kadang bandel,” tambahnya. (HENDRO SUCIPTO/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas