Begini Pengembangan Tanaman Hidroponik dari Air IPAL

Ismawati berhasil mengembangkan tanaman hidroponik dengan memanfaatkan air dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL). FOTO: SUREPLUS/ALI ZAINI

GRESIK-SUREPLUS: Warga Sidorukun, Kecamatan Gresik, Gresik punya cara tersendiri bagaimana mengembangkan tanaman hidroponik dengan memanfaatkan air dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Salah satu warga yang memanfaatkan air IPAL adalah Ismawati (40), warga RT 01 RW 06 Desa Sidorukun, Kecamatan Gresik, Gresik yang menjadi kader lingkungan di desanya sejak tahun 2014.

Semula ibu dua orang anak itu menceritakan sebelum menanam tanaman hidroponik. Lingkungan desanya sangat gersang, dan kerapkali diterjang air pasang, atau banjir rob. Selain gersang, lingkungan desanya yang sempit juga membuat pemandangan di Desa Sidorukun seperti daerah tandus.

Berawal dari itu, Ismawati bertekad mengubah citra lingkungan desanya. Dengan kerja keras serta dibantu suaminya, Gunadi (48). Ismawati pada awal 2016 mencoba menanam tanaman hidroponik dengan memanfaatkan air dari instalasi pengelohan air limbah (IPAL), rumah tangga di setiap RT.

Kebetulan keberadaan air IPAL tersebut sudah berjalan terlebih dulu setelah warga mendapat bimbingan dari salah satu perusahaan yang konsent di bidang tanaman hidroponik.

Berbekal mendapat pelatihan selama 4 hari, serta dibantu instalasi untuk tanaman hidroponik. Ismawati melakukan proses bagaimana menanam tanaman hidroponik. Selain proses menanam, Ismawati juga membuat sendiri tempat bibitnya yang terbuat dari sepon. Hasilnya, setelah satu bulan lebih. Kini lingkungan di RT 01 RW 06 Desa Sidorukun terlihat asri karena dari jarak 10 meter berjajar tanaman hidroponik.

“Satu instalasi ada 36 lubang tanaman hidroponik, untuk sementara hasilnya buat konsumsi warga dulu untuk pengenalan,” tutur Ismawati optimis, Minggu (1/09/2018).

Menurut Ismawati, dari jenis tanaman hidroponik hasil karya warga Desa Sidorukun. Sebagian besar masih ditanami sayuran selada, kangkung, dan bayam hijau. Bahkan, untuk pengembangnnya kedepan. Tanaman hidroponik karya warga Desa Sidorukun, bisa masuk ke supermarket, atau bisa dikembangkan lagi menjadi bahan dasar pembuatan ice cream.

“Tekadnya memang ke arah sana, tetapi semua itu masih butuh proses pembelajaran,” ungkapnya.

Ketua RW 06 Arfaudin Hudaya (46) yang juga penanggungjawab IPAL Sidorukun, Sumber Rejeki menuturkan, ada tiga unit IPAL digunakan untuk melayani lima RT.

“Awalnya IPAL hanya dipakai untuk menyirami tanaman saja. Ke depan harapannya bisa untuk mencuci atau mandi,” ujarnya.

Arfaudin Hudaya menambahkan, volume air IPAL yang sudah beroperasi mampu menghasilkan air 10.600 liter. Namun, sebelum disalurkan ke rumah warga terlebih dulu difilter dengan bermacam-macam bahan-bahan mulai dari arang, kerikil dan lain-lain.

Bagi Warga Desa Sidorukun, keberadaan IPAL tersebut sangat berarti. Warga kini tidak lagi mengeluhkan kekurangan air saat melakukan penyiraman pada tanaman. Pasalnya, sebelum ada IPAL warga setempat selalu kekurangan air. (ALI ZAINI/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas