Suplai Melimpah, Harga Lovebird Jatuh Bebas

Seperti pedagang burung kicau mania lainnya, Saiful Arif, pemilik kios di Pasar Burung Bratang, Surabaya, mengaku gelisah gara-gara harga lovebird turun drastis. FOTO : SUREPLUS/DONY MAULANA

SURABAYA-SUREPLUS: Jika di Eropa lovebird jadi hama yang mengancam ladang gandum dan haver, di Indonesia, lovebird justru jadi primadona. Saking cintanya, mereka yang kadung jatuh hati bisa rela merogoh kocek dalam-dalam. Maklum, harga burung ini bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Namun seiring diberlakukannya Peraturan Menteri (Permen) LHK Nomor P20 tentang larangan perdagangan hewan yang dilindungi, harga lovebird pun jatuh bebas. Padahal, burung ini tidak masuk dalam daftar satwa yang dilindungi. Di daftar burung kicau hanya ada murai batu, cucak ijo, kacer, anis kembang, anis merah, kolibri, pleci, hingga kenari.

“Harga lovebird kena imbas permen tersebut,” aku Saiful Arif, pemilik Kios Burung Lancar Jaya di Pasar Burung Bratang, Jumat (31/8/2018). Selebihnya, kata Arif, turunnya harga juga terjadi pada asesoris kicau mania termasuk makanan burung. Hal ini tentu merugikan para pedagang. “Banyak peternak dan pedagang yang merasa kesal,” aku Saiful.

Senada dengan pernyataan ini, Yanto, peternak lovebird asal Mojosari, Kabupaten Mojokerto juga mengakui, harga lovebird turun drastis. “Ada kabar, saat ini ribuan peternak dari seluruh Jawa Timur mulai pindah haluan. Dari yang semula berternak kambing atau sapi, kini pindah jadi peternak burung,” kata Yanto pada Sureplus.id, Jumat (31/8/2018). Bahkan, lanjutnya, ada pedagang buah di pasar tradisional juga ikut-ikutan jadi peternak lovebird.

“Peternak makin banyak, lovebird makin banyak. Sekarang para peternak banyak yang kebingungan mau menjual hasil ternakannya kemana,” ujar Yanto. Diakui, saat ini stok lovebird sedang melimpah. Padahal jumlah pembeli relatif tetap.

Akibatnya, para pedagang mulai menurunkan harga supaya laku. “Sementara pembeli bakal milih yang lebih murah,” cetusnya. Di pasar, harga lovebird nangsi, olive, lutino MM yang tadinya berada di kisaran Rp 500 – Rp 750 ribu, kini anjlok menjadi Rp 250 – Rp 500 ribu. Sementara lovebird ijo standar atau josan, pastel kuning dan hijau, yang tadinya dijual Rp 250 – R p400 ribu, turun menjadi Rp 100 – Rp 250 ribu saja. (DONY MAULANA/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono