Penerimaan Negara dari Minyak Bumi Lampaui Target Realisasi APBN

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar dalam diskusi dengan para pemimpin redaksi media massa di Jakarta, Selasa (28/8). FOTO: Esdm.go.id

JAKARTA-SUREPLUS: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, hingga Juli 2018 minyak bumi telah menyumbang Rp 72.665,72 miliar atau sekitar 34 persen dari realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Nasional sebesar Rp 211.035,21 miliar. Angka ini melampaui target realisasi APBN sebesar Rp59.582,70 miliar atau sekitar 121,94 persen.

Selain mampu menyerap realisasi yang cukup besar, Pemerintah juga sedang mendorong pengelolaan minyak perusahaan pelat merah. Misalnya, pada tahun 2017, Pertamina telah memproduksi 29 persen dari total produksi minyak nasional yang mencapai 801 ribu barel per hari (bph). Di tahun 2018 angka tersebut akan meningkat menjadi 35 persen dengan masuknya produksi blok terminasi yang dialihkelolakan ke Pertamina.

Pertamina sendiri saat ini telah mengelola 35 Wilayah Kerja migas. Dalam 2 tahun terakhir, sebanyak 12 blok migas terminasi telah dialihkelolakan oleh Pemerintah kepada Pertamina, termasuk blok gas raksasa Mahakam yang diambil alih mulai 1 Januari 2018.

“Kita akan terus melibatkan anak bangsa dalam pengelolaan sumber minyak nasional. Kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi.

Pada 2022 nanti, dipastikan menjadi produsen minyak terbesar di Indonesia dengan masuknya Blok Rokan dalam penguasaan Pertamina. Saat ini Blok Rokan memproduksi minyak sekitar 207 ribu bph (26 persen dari produksi minyak mentah nasional). Dengan penguasaan atas Blok Rokan, porsi Pertamina dalam memproduksi migas nasional pun akan meningkat sekitar 60 persen di tahun 2022.(ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas