Asyiknya Menikmati Nasi Krawu, Primadona Kuliner khas Gresik

Nasi krawu tetap jadi primadona kuliner khas Gresik. Sajian berupa nasi putih plus irisan daging sapi bercampur olahan kelapa parut yang gurih, beserta sambel petis diminati banyak orang. FOTO: SUREPLUS/ALI ZAINI

GRESIK-SUREPLUS: Bagi warga Gresik dan kota-kota di sekitarnya, rasanya sudah tidak asing lagi dengan kuliner nasi krawu. Masakan berupa nasi plus irisan daging sapi bercampur olahan kelapa yang gurih, beserta sambel petis ini, tetap menjadi primadona kuliner khas Gresik.

Apalagi bahkan boleh dibilang, nasi krawu nyaman disantap di setiap waktu. Pagi, sore maupun malam. Tak heran jika kedai-kedai makanan di Gresik hampir selalu menyediakan menu nasi krawu.

Salah seorang penjual nasi krawu yang sudah lama mengolah kuliner ini, Surlena (56) mengatakan, dengan berdagang nasi krawu yang sudah digelutinya bertahun-tahun, perekonomian keluarganya ikut terangkat.

Menurutnya, menu nasi krawu ini merupakan makanan yang dibawa dari Madura. Wajar jika, pembuatnya kebanyakan orang asal Madura. “Bahkan, asal kata krawu, dijelaskannya berasal dari kata krawuk. Sebab, mengambilnya dengan cara dikrawuk tanpa sendok,” kata Surlena kepada Sureplus.id, Jumat (31/08/2018).

Penyajian krawu buatannya, disebutkan lebih enak dengan alas berupa daun. Nasi krawu, dengan warna parutan kelapa khasnya dinilai lebih menyegarkan dan menggiurkan. “Unsur alaminya lebih terlihat dan makannya jadi lahap kalau pakai daun pisang,” ungkap Surlena.

Di Gresik, sajian nasi krawu semakin berkembang termasuk dari segi penampilan dan juga tambahan olahannya. Salah satu yang legendaris selain Buk Tiban, ialah nasi krawu di kawasan Jalan Sindujoyo Gresik yang dikreasi oleh Nunuk.

“Biasanya disajikan di daun pisang karena lebih nikmat, tetapi seiring naiknya popularitas, kini kemasannya dibuat lebih efisien untuk bekal oleh-oleh,” kata perempuan yang bertempat tinggal di Jl HOS Cokroaminoto Gresik ini.

Nunuk menjelaskan, nasi krawu sudah menjadi buruan banyak warga luar kota Gresik. Terjauh, ia pernah melayani pesanan hingga ke Kalimantan. Padahal, daya tahan makanannya berkisar hingga dua hari.

Membuat nasi krawu khas Gresik lanjut Nunuk, bukanlah hal yang sulit, menurutnya cukup butuh ketelatenan. Daging sapi yang biasa disajikan dengan potongan-potongan halus ini dicampur dengan bahan rempah-rempah, seperti bawang merah, putih, ketumbar jinten dan kecap manis. “Lidah orang Jawa biasanya suka sedikit manis,” paparnya.

Untuk mendapatkan daging yang bagus, tidak terlalu kering atau basah, disarankannya cukup direbus hingga 2.5 jam. Meski dominan krawu disajikan dengan isiran daging, namun daging utuh seperti empal dan usus dinilainya sebagai salah satu incaran favorit. “Setiap kedai nasi krawu di Gresik memiliki sajian yang berbeda-beda dan cita rasa yang variatif,” kata Nunuk.

Pemanis krawu sendiri, seperti serundeng dan krawu yang berwarna kuning serta merah dari parutan kelapa butuh waktu satu jam untuk mendapatkan hasil maksimal. “Bumbunya sama, tetap bawang merah, putih, ketumbar, jinten, hanya saja pewarnanya diberi kunir atau cabai merah besar,” urainya.

Spesialnya dari krawu ialah sambal andalannya. Dijelaskan, sambal dibuat dari cabai pilihan dengan tambahan petis plus mangut yang berbahan dasar kluwek tersebut. Ini menambah kenikmatan krawu. “Lebih segar jika ditambahkan dengan kuah semur untuk nasi saat menyantapnya,” tukasnya.

Salah satu konsumen asli Gresik, Puji Lestari menyebutkan, kuliner satu ini sudah menjadi favorit keluarganya di luar kota, seperti Tuban, Banyuwang bahkan hingga Jawa Tengah. “Cita rasanya khas dan manis khas jawa serta perpaduan sambal yang pedas. Belum lagi jika ditambah kuah dan bali belut,” terang perempuan yang tinggal di Jl Usman Sadar Gresik ini.

Berbeda dengan pengunjung asal Bangkalan, Sri Wahyuni yang mencicipi nasi krawu khas Gresik ini. Mahasiswi asal Madura ini, menuturkan kerap menemani beberapa penjual nasi krawu di jalanan Surabaya menuju Gresik. Hanya saja menurutnya sensasi krawu Gresik dirasanya berbeda. “Apalagi ditambah kuah semurnya yang khas, rasanya lebih enak serta jadi makanan yang pas untuk oleh-oleh,” imbuhnya. (ALI ZAINI/AZT)

Editor: Aziz Tri P