Menteri Yohana : Indonesia Layak Anak akan Terwujud pada 2030

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise bersama warga saat menghadiri Kampanye Bersama Lindungi Anak dan peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kota Gorontalo. FOTO : KEMENPPPA.GO.ID

GORONTALO-SUREPLUS : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise meluncurkan program Provinsi Gorontalo menuju Provinsi Layak Anak (Provila) di Kota Gorontalo, Rabu (29/8/2018). Peluncuran ditandai dengan penandatangan deklarasi oleh sejumlah pimpinan pemerintah daerah.

Saat ini, baru Kabupaten Gorontalo yang sudah memperoleh predikat Kabupaten atau Kota Layak Anak (KLA) Madya. Kabupaten dan kota lainnya yang belum menginisiasi KLA sebanyak 4 kabupaten dan 1 kota.

“Untuk mewujudkan Provila tentu tidak mudah. Provila dapat dicapai jika semua kabupaten atau kota di Provinsi ini semuanya menjadi KLA. KLA dapat dicapai jika semua kecamatan menjadi Kecamatan Layak Anak atau Kelana, dan juga semua desa dan kelurahan menjadi Desa atau Kelurahan Layak Anak (Dekela),” jelas Menteri Yohana, seperti ditulis dalam siaran persnya.

Jika semua kabupaten atau kota berhasil memenuhi semua hak dan melindungi anak, lanjutnya, maka Provinsi Gorontalo bisa menjadi Provinsi Layak Anak. “Kalau semua provinsi sudah Provila, maka Indonesia Layak Anak atau Idola akan terwujud pada 2030,” tambah dosen di Universitas Cenderawasih ini.

Dijelaskan, saat ini KLA telah dilakukan oleh 389 kabupaten dan kota. Penghargaan KLA 2017 sudah diberikan pada 126 kabupaten dan kota, kemudian 2018 diberikan bagi 177 kabupaten dan kota. Di antaranya, Kabupaten Gorontalo yang memperoleh kategori madya pada 2017 dan 2018.

“KLA akan berhasil jika semua pemangku kepentingan saling mendukung. Mari berikan yang terbaik bagi 87 juta anak Indonesia,” seru Menteri Yohana.

Selain meluncurkan Provinsi Gorontalo menuju Provila, dalam kesempatan yang sama, Menteri Yohana juga melakukan Kampanye Bersama Lindungi Anak ‘Kilau Generasi HIV/AIDS’ dan memperingati Hari Anak Nasional tingkat Kota Gorontalo. (PRS/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono