Belatung Black Soldier Fly, Pakan Ternak Alternatif Ramah Lingkungan

Budidaya Black Soldier Fly (BSF)
Budidaya Black Soldier Fly (BSF), terpilih sebagai juara dalam Banyuwangi Agribusiness Start Up Competition (ASC) 2018. FOTO; SUREPLUS/HENDRO SUCIPTO

BANYUWANGI-SUREPLUS: Budidaya Black Soldier Fly (BSF), terpilih sebagai juara dalam Banyuwangi Agribusiness Start Up Competition (ASC) 2018 beberapa waktu lalu, yang digelar oleh Dinas Pertanian Banyuwangi.

Tim Mitra Peternak Indonesia, menjadi peserta dengan poin terbaik dalam kategori Rintisan Usaha. “Karya mereka memiliki nilai ekonomis tinggi. Selain itu, produk yang mereka hasilkan juga ramah lingkungan,” kata Arief Setiawan, Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi.

Menurut Arief, ASC 2018 merupakan rangkaian Banyuwangi Festival yang mampu memunculkan ide dan gagasan baru dalam enterpreneur sektor pertanian. Sekaligus sebagai upaya regenerasi pengusaha.

BSF menjadi pengurai sampah organik paling efektif, karena dia bisa makan 24 jam tanpa henti hingga dua kali berat tubuhnya. Sementara bakteri lainnya hingga sebulan tidak habis.

BSF merupakan lalat dengan jenis yang berbeda pada umumnya. BSF tidak membawa wabah dan memakan bangkai seperti jenis lalat hijau. Belatung BSF juga sangat produktif dan bisa menjadi makanan alternatif peternak. Kandungan protein sampai 40 persen, dan bisa menghemat hingga 80 persen karena sampah tidak perlu beli.

Salah satu pembudidaya BSF asal Banyuwangi, Chandra Wiyana setiap hari membutuhkan 2-3 mobil sampah untuk memberi makan BSF-nya. Chandra bekerjasama dengan pedagang yang menghasilkan sampah di pasar.

“Kami ambil dari pengepul sayur, buah. Hampir satu ton per hari. Dan itu satu orang. Di Banyuwangi sudah ada 8 orang yang menekuni BSF,” ujarnya.

“Hasil belatungnya ini bisa dipakai untuk pakan ternak, bisa juga dibuat menjadi bahan konsentrat,” jelasnya. (HENDRO SUCIPTO/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas