Awali AEM, Bahas Integrasi Ekonomi ASEAN Bidang Perdagangan Barang

Mendag Enggartiasto Lukita memimpin Delegasi Indonesia pada pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Ministers’ Meeting) atau AEM, Rabu (29/08/2018) di Singapura. FOTO: @KEMENDAG

JAKARTA-SUREPLUS: Isu-isu pendalaman integrasi ekonomi ASEAN di bidang perdagangan barang, dibahas dalam pertemuan rutin tahunan ke-32 para Menteri ASEAN Free Trade Area (AFTA) Council. Ini termasuk rangkaian acara pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Ministers’ Meeting) atau AEM ke-50, Rabu (29/08/2018) di Shangri-La Hotel, Singapura.

Dikutip dari siaran pers kemendag.go.id, Kamis (30/08/2018), dalam masa Keketuaan Singapura di ASEAN pada tahun ini, ASEAN berhasil menyepakati mekanisme penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) secara mandiri oleh eksportir bersertifikasi. Baik produsen-eksportir maupun trader-exporter.

Mekanisme tersebut disahkan oleh para Menteri AFTA Council dengan menandatangani Perjanjian Amandemen Pemberlakuan Sertifikasi Mandiri di ASEAN (ASEAN Wide Self Certification) atau AWSC. Maka diharapkan sertifikasi mandiri ini dapat dinikmati para pelaku usaha dalam melakukan eksportasi produknya pada tahun 2019.

“Pemberlakuan Sertifikasi Mandiri ini akan mendorong lahirnya eksportir-eksportir baru yang bersertifikasi di ASEAN, termasuk dari Indonesia karena produk ekspornya dapat menikmati tarif 0 persen di negara anggota ASEAN lainnya,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Enggartiasto Lukita.

Dikatakan Enggar, dengan lahirnya eksportir baru maka permintaan produk akan meningkat dan dengan demikian produsen akan juga tumbuh. Hal ini berarti industri nasional akan tumbuh merespon permintaan yang terus meningkat.

“Pada gilirannya ekspor Indonesia meningkat. Maka diharapkan volume ekspor Indonesia dapat meningkat secara signifikan,” lanjut Mendag Enggartiasto Lukita.

Selain Sertifikasi Mandiri, fasilitasi perdagangan lain yang juga dan terus dikembangkan oleh ASEAN adalah ASEAN Single Window (ASW), ASEAN Trade Repository (ATR) dan ASEAN Solutions for Investments, Services and Trade (ASSIST).

Ini untuk memperlancar arus perdagangan barang di ASEAN dalam rangka mendorong perluasan integrasi ekonomi ASEAN 2025. Selain itu, para Menteri AFTA Council juga mengesahkan Pedoman Mengurangi Hambatan Nontarif (Guidelines Non Tariff Measures) di negara anggota ASEAN.

Mendag Enggar juga mendorong negara anggota ASEAN lainnya untuk segera membangun National Single Window (NSW) agar 10 negara anggota ASEAN terhubung secara efektif dengan ASW, sehingga penyampaian dokumen e-SKA dan dokumen ekspor lainnya dapat disampaikan secara elektronik melalui ASW.

Maka dengan implementasi penuh, ASW diharapkan akan menyelesaikan permasalahan bukti fisik dokumen preferensi, memperlancar implementasi operasional Sertifikasi Mandiri dan lebih lanjut dapat dikembangkan ke negara mitra ASEAN lainnya, misalnya dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P