Pemerintah Kerja Keras Cari Terobosan Energi Baru Terbarukan

Wakil Presiden Jusuf Kalla. FOTO: SETKAB.GO.ID

JAKARTA-SUREPLUS: Pemerintah terus bekerja keras mencari terobosan baru untuk mempercepat penggunaan energi baru terbarukan (EBT). Selain untuk memenuhi komitmen Indonesia di COP 21 di Paris pada 2015 lalu terkait penurunan emisi karbon, EBT dianggap sebagai solusi dalam mengatasi tingginya kebutuhan energi.

Seperti disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Rabu (29/8/2018), bahwa kebutuhan energi meningkat 12 persen setiap tahunnya. Bila tidak mendorong pengembangan EBT agar lebih cepat terealisasi, sumber energi fosil yang kandungannya terus menipis tidak akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Bersamaan dengan itu, sumber energi fosil yang mengeluarkan emisi karbon cukup besar berpotensi merusak lingkungan. Maka itulah, Jusuf Kalla berharap, dengan pengembangan EBT, iklim udara yang lebih baik bisa segera terwujud.

“Kebutuhan energi adalah sebuah keniscayaan yang tidak pernah berhenti. Setiap kemajuan tidak mungkin tanpa energi. Apalagi masyarakat saat ini yang berada di apartemen atau rumah-rumah bertingkat ingin punya AC, TV, mesin cuci. Makanya, kita harus menciptakan iklim udara yang lebih baik,” kata Wakil Presiden.

Ke depan, Kalla berharap tak sekadar terciptanya udara yang bersih, namun EBT juga berkelanjutan, memiliki harga terjangkau sehingga menarik minat para investor untuk menanamkan modal di sektor Energi Baru Terbarukan.

“Terobosan yang ingin dicapai agar mempunyai energi yang bersih, sustainable dan konstan harganya,” harap Kalla.

Senada dengan Wapres Jusuf Kalla, Menteri ESDM Ignasius Jonan juga menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah mendorong percepatan pengembangan EBT.

Menteri Jonan mengungkapkan, sampai hari ini, Rabu (29/8/2018) di sektor ketenagalistrikan, EBT menyumbang 12,7 persen dalam bauran energi, masih perlu 10 persen untuk mencapai 23 persen yang ditargetkan.

“Sementara di Sektor transportasi, perluasan B20 akan berlaku secara efektif mulai tanggal 1 September 2018 untuk sektor transportasi dan BBM, sehingga bauran EBT bisa menjadi 15 persen,” kata Menteri Jonan.(ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas