Inovasi Pelindo III, Memproduksi Mini Con atau Peti Kemas Mini

BoD Pelindo III mendampingi Presdir PMS (Pelindo III Group) Eko Harijadi Budijanto (kanan depan) bersama Dirkeu Silog Retno Sulistyowati usai menandatangani kerja sama produksi Mini Con, Rabu (29/08/2018). FOTO: PELINDO III

SURABAYA-SUREPLUS: Mini Con atau peti kemas mini merupakan Inovasi logistik yang dinilai praktis, karena dapat dilipat dan berukuran sepertiga lebih kecil. Tiga Mini Con dapat dimuat sekaligus ke dalam satu peti kemas ukuran 20 TEUs. Pelindo III pun siap untuk memproduksi Mini Con.

“Mini Con merupakan inovasi Pelindo III, sebagai solusi atas permasalahan di lapangan pada industri layanan logistik di Tanah Air,” kata Engineering and ICT Director Pelindo III Husein Latief, di RS PHC Surabaya, Rabu (29/08/2018) seperti dikutip dari siaran pers Pelindo III.

Menurut Husein Latief, Pelindo III melalui anak usahanya, PT Pelindo Marine Service (PMS) melakukan sinergi BUMN dengan menggandeng Semen Indonesia Logistik (Silog) yang sudah berpengalaman di bidang fabrikasi baja. “Produksi Mini Con ini Harus kita dorong. Ini saatnya. Kapan lagi ada peti kemas Merah Putih,” katanya.

Ia melanjutkan, Mini Con dalam peti kemas dapat dibongkar langsung saat mencapai distribution center sehingga bisa langsung diangkut ke truk. Kemudahan tersebut mampu menghapus biaya pekerja dan handling di gudang lokal.

Maka diharapkan, pada skenario terbaik proses distribusi bisa lebih cepat dua sampai tiga hari, sehingga pengiriman door to door juga lebih cepat. Biaya logistik pun lebih efisien di daerah-daerah yang cocok mengimplementasikan Mini Con.

Direktur Keuangan Silog, Retno Sulistyowati mengapresiasi kepercayaan yang diberikan pada Silog untuk produksi inovasi Pelindo III tersebut. Ia mengungkapkan, produksi Mini Con merupakan kerja sama kedua antara Pelindo III dan Silog. Sebelumnya sudah terjalin di bidang angkutan. “Kami beharap ada kerja sama selanjutnya. Silog siap di bidang forwarding, pelayaran, dan distribusi semen. Semoga sinergi BUMN ini bermanfaat bagi bangsa,” ujarnya.

Pada acara tersebut entitas usaha lainnya dari Pelindo III Group, yakni RS PHC Surabaya, juga menyepakati kerja sama dengan Pertamina terkait pembangunan First Aid Clinic di wilayah operasi Region V BUMN Migas nasional. Pelindo III sebagai operator terminal dan operasional bongkar muat mengelola First Aid Clinic di sejumlah pelabuhan di Indonesia.

Menurut Dirut PT PHC dr Agus Akhmadi, PHC telah ditunjuk oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagai Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3). Sesuai dengan UU Ketenagakerjaan No. 1 tahun 1970, bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) karyawan suatu perusahaan menjadi tanggung jawab perusahaan pemberi kerja. “Penunjukkan tersebut sesuai dengan syarat yang ditentukan,” katanya. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P