Uang Kuno Menambah Koleksi Terbaru Museum Surabaya

Museum Surabaya kini bertambah koleksi berupa uang kuno, dari kertas hingga koin hasil hibah Surabaya Vintage Community. Tampak Museum Surabaya yang kian lengkap koleksinya. FOTO: SUREPLUS/AKBAR INSANI

SURABAYA-SUREPLUS: Sebanyak 277 item uang kuno, kertas maupun koin, menambah koleksi terbaru Museum Surabaya. Ratusan uang kuno (numismatik) itu berasal dari zaman penjajahan Belanda, Jepang hingga masa awal kemerdekaan RI. Ini merupakan hasil hibah Surabaya Vintage Community, komunitas pemerhati sejarah di Surabaya.

“Awalnya mereka ingin ketemu kita untuk menyumbangkan uang kuno ini. Makanya kita agendakan. Ini bagian dari terima kasih kami,” kata Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini usai acara penyerahan secara simbolis uang kuno tersebut di Museum Surabaya, Gedung Siola lantai satu, Senin, (27/08/2018).

Dikutip dari surabaya.go.id, Selasa (28/08/2018), uang kuno tersebut, kata Risma, akan dipajang di Museum Surabaya. Namun, pihaknya masih menyiapkan tempat untuk menata lokasinya. Apalagi koleksi uang-uang kuno itu nantinya juga akan dilengkapi informasi yang spesifik.

“Ini agar masyarakat yang berkunjung bisa mendapatkan informasi detail terkait koleksi benda numismatik di Museum Surabaya. Supaya masyarakat yang melihat, utamanya anak-anak, bisa tahu, oh uang ini di era apa,” lanjut Risma.

Lebih lanjut dikatakan Tri Rismaharini, selain uang kuno, Museum Surabaya juga bakal menambah koleksi baru berupa souvenir-souvenir yang berasal dari berbagai negara. Souvenir tersebut merupakan hasil hibah dari tamu mancanegara yang ikut festival Surabaya Cross Culture. “Mungkin souvenir itu saat ini belum terlalu bernilai koleksinya. Tapi mungkin 20 tahun lagi, akan menjadi koleksi yang lebih bernilai,” tuturnya.

Risma mengaku ingin menambah lagi museum di Surabaya. Menurut ia, kota yang berbudaya adalah kota yang memiliki museum. Apalagi, Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan yang sangat sarat akan sejarah.

Sedangkan Ketua Umum Surabaya Vintage Community, Ali Budiono menyampaikan, ratusan uang kuno tersebut merupakan hasil koleksi pribadi dari para anggotanya. Ada juga uang kuno hasil barter dengan sesama kolektor benda sejarah.

Koleksi numismatik terdiri dari benda-benda kuno seperti uang kertas, koin kuno yang pernah beredar dan digunakan masyarakat. Numismatik juga mempelajari antara lain, sejarah mata uang itu sendiri, cara pembuatannya, ciri-cirinya, variasi yang ditemukan, sejarah terbentuknya mata uang tersebut.

“Uang paling kuno yang dihibahkan saat ini berasal dari zaman penjajahan Belanda, tahun 1855 berupa koin,” ujarnya.

Ia berharap, koleksi benda sejarah Museum Surabaya semakin bertambah. Terlebih, bisa menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin belajar mendalami sejarah. “Silahkan datang ke Museum Surabaya,” katanya. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P