Menteri Susi : Digital Capture Satelit, Tengah Laut Ada Negara Terapung

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat mengisi kuliah umum di Universitas Siliwangi, Tasikmalaya. FOTO : KKP.GO.ID

TASIKMALAYA-SUREPLUS : Sekitar 70 persen wilayah Indonesia terdiri dari lautan. Sayang, masih ada pihak yang belum memahami potensi ini. Sehingga laut belum dioptimalkan dan berujung pada masuknya kapal-kapal asing penangkap ikan.

“Proses kewarganegaraan, deregistrasi, itu harus betul-betul benar dan harus sesuai dengan hukum UNCLOS dan juga IOM. Kalau tidak, ya tidak sah perubahan kewarganegaraannya. Nah pada 2001 pemerintah melakukan itu, akhirnya banyak kapal asing beregistrasi kepada bendera Indonesia dan berlayar di Indonesia, namun isinya sama saja,” papar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, saat mengisi kuliah umum di Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, Kamis (23/8/2018).

Seperti ditulis di laman kkp.go.id, Menteri Susi kemudian bercerita, di laut kita, kerap ditemui kapal dengan nahkoda warga asing.

“Mungkin ada beberapa ABK-nya Indonesia. Ada satu ijin, tapi jumlah kapalnya ada yang 10, namanya sama, izinnya sama, bentuknya sama, tapi mungkin nomornya saja yang mirip-mirip,” ujar peraih Creative and Innovative Person of the Year versi Indonesian Choice Awards NET ini.

Saat itu, lanjutnya, mata pencaharian masyarakat sebagai nelayan berkurang drastis karena stok ikan yang menurun. Ia pun segera melihat lautan Indonesia melalui satelit.

“Ternyata di laut kita lebih dari 10 ribu kapal asing beroperasi. Mereka seperti sebuah kesatuan Negara di tengah laut. Kalau dilihat dari digital capture satelit, 2014 bulan November, itu lampu yang nyala justru di tengah laut, bukan di daratannya. Jadi di tengah laut tuh seperti kota atau negara terapung,” papar Menteri Susi.

Untuk memberantas pencurian ikan, pemerintah kemudian menyiapkan Satuan Tugas 115 atau Satgas Pemberantasan Illegal Fishing. Di tangan Menteri Susi yang dipilih sebagai komandan satgas didukung TNI AL, Baharkam Polri, Kejaksaan Agung, dan jajaran instansi lainnya, hingga kini, satgas berhasil menenggelamkan 488 kapal pencuri ikan. (PRS/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono