Duta Budaya Korsel dan Filipina Jajaki International Floklore Festival di Banyuwangi

Maraknya kegiatan budaya di Banyuwangi, Jawa Timur, menarik minat siapa saja. Termasuk baru-baru ini, duta budaya dari Korea Selatan dan Filipina. FOTO : SUREPLUS/HENDRO SUCIPTO

BANYUWANGI-‎SUREPLUS: Duta budaya Korea Selatan dan Filipina datang ke Banyuwangi, Jawa Timur. Kedatangan mereka bermaksud untuk menjajaki kemungkinan Banyuwangi jadi tempat penyelenggaraan International Floklore Festival.

Kedatangan duta-duta ini diinisiasi oleh Orgainisasi Penyelenggara Festival Rakyat Internasional (Council International Organization Folklore Festival atau CIOFF) – Indonesia.

Amar Aprizal, penanggung jawab Festival Committee CIOFF Indonesia, mengatakan, kedatangan mereka untuk menjembatani kebudayaan antar negara.

“Kami menggelar ini untuk menjembatani kebudayaan antar negara,” kata Amar pada sureplus.id, Selasa (28/8/2018). Menurutnya, kedatangan dua duta negara ke Banyuwangi untuk menjalin kerjasama penyelenggaraan festival folklore.

“Kami banyak mendengar tentang Banyuwangi yang merupakan the City of Festival. Ini merupakan test case untuk menjajaki kemungkinan Banyuwangi sebagai tempat penyelenggaraan International Floklore Festival,” beber Amar.

‎Dijelaskan, tiap tahun, CIOFF punya program pertukaran budaya antar negara atau cross culture lewat folklore meeting, workshop, dan folklore festival yang di dalamnya ada folk game, folk music, dan folk dance.

Didirikan pada tahun 1973 di Prancis, CIOFF sebagai lembaga swadaya masyarakat yang concern di bidang seni budaya sudah beranggotakan 122 negara. Mereka terbagi atas 7 sektor, yaitu sektor Asia Pasifik, Amerika Latin, Amerika Utara, Eropa, Eropa Timur, Afrika, serta sektor Afrika Utara dan Timut Tengah.

Di Indonesia sendiri, CIOFF Indonesia sudah menyelenggarakan program ini selama beberapa kali di berbagai kota, seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, Surabaya, Aceh dan Kutai Kartanegara.

“Karena kebudayaan itu juga bagian dari misi perdamaian dunia. Manfaatnya banyak sekali bagi rakyat. Salah satunya bisa memotivasi mereka untuk terus melestarikan memunculkan kesenian lokal yang mereka miliki,” tutur Amar. (HENDRO SUCIPTO/HDL)

Editor: Hendro D. Laksono