Persiapan IMF-World Bank, Kawah Ijen Akan Batasi Jam Kunjungan

BANYUWANGI-SUREPLUS: Dalam rangka persiapan Annual Meeting IMF-World Bank Group, destinasi favorit Banyuwangi, Kawah Ijen, akan dilakukan pembatasan kunjungan wisatawan.

Ini dilakukan karena Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, akan melakukan peningkatan kualitas sarana dan prasarana di Kawah Ijen.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Muhammad Yanuarto Bramuda, dalam koordinasi dengan pihak BKSDA, akan dilakukan buka tutup Kawah Ijen untuk wisatawan.

“Nantinya akan diberlakukan buka tutup, karena ada pengerjaan fisik di Kawah Ijen,” kata Bramuda, Senin (27/8/2018).

Pengerjaan fisik tersebut meliputi, perbaikan jalur pendakian dan sarana pendukung, pembangunan instalasi jaringan air bersih, pembangunan pos pengendalian kebakaran hutan dan embung air, dan lainnya.

“Pembangunan fisik ini untuk kebutuhan Annual Meeting IMF-World Bank, yang akan digelar Oktober mendatang,” kata Bramuda.

Pembatasan kunjungan dilakukan, menurut Bramuda, karena pembangunan fisik tersebut nantinya dikhawatirkan justru akan membuat wisatawan tidak nyaman di Kawah Ijen. Menurut Bramuda, pembatasan kunjungan Kawah Ijen akan dibuka pada pukul 00.00 dan akan ditutup pada pukul 07.00.

“Selama ini Kawah Ijen buka pukul 00.00 hingga 12.00. Nantinya mulai pukul 07.00 akan ditutup, karena ada pengerjaan fisik hingga sore hari,” kata Bramuda.
Pembatasan kunjungan ini rencananya, tentatif akan dilakukan pada 3 hingga 30 September mendatang.

Dalam Annual Meeting IMF-World Bank, Kawah ijen diajukan sebagai tempat wisata sekitar 2000 dari 17.000 delegasi dari seluruh dunia.

Pemerintah pusat juga telah menganggarkan Rp 20 miliar untuk pengembangan infrastruktur di Kawah Ijen yang memiliki fenomena alam api biru.

Selain Kawah Ijen, Pantai Plengkung, di Taman Nasional Alas Purwo, juga dilakukan peningkatan infrastruktur, karena juga akan dikunjungi delegasi IMF-World Bank. (HENDRO SUCIPTO/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas