Indra Lesmana Cerita Soal Awal Mula Tribute to Bubi Chen dan Rasa Kehilangan

Indra Lesmana. FOTO: SUREPLUS/ARIEF ANSHORI

SURABAYA-SUREPLUS: Pianis senior Indonesia Indra Lesmana menceritakan awal mula Tribute to Bubi Chen ada di Jazz traffic festival 2018. Dia mengaku, bahwa ide awalnya muncul ketika ia diminta untuk menjadi host dalam jam session.

Namun karena Indra merasa kesulitan melakukan jam session di panggung besar, Indra pun mengusulkan agar menggunakan konsep yang mirip namun lebih tematik. “Karena jam session itu biasa dilakukan di ruangan kecil dan intimate. Dan tema yang cocok bagi saya pribadi adalah Tribute to Bubi Chen,” ujar Indra.

Indra memilih Tribute to Bubi Chen karena sesuai dengan lokasi JTF yang digelar di Surabaya. “Bubi Chen adalah tokoh musik jazz Surabaya yang patut kita beri penghargaan sangat besar atas kontribusinya,” ujar Indra. Soal konsepnya, menurut Indra hampir sama seperti jam session.

Terkait para musisi yang terlibat dalam Tribute to Bubi Chen, Indra mengaku tidak ada yang diplot sebelumnya. Indra menyatakan, bahwa para musisi yang terlibat dalam kolaborasi di tribute to Bubi Chen Minggu (26/8/2018) adalah mereka yang sedang tidak ada agenda.

Indra sendiri melihat sosok Bubi Chen adalah seorang musisi yang lengkap untuk menjadi musisi jazz, karena dia memiliki teknik yang tinggi, mempunyai latarbelakang musik klasik yang kuat, referensi yang sangat banyak.

“Bubi Chen itu bisa dibilang adalah salah satu panutan kita semua. Karena kami melihat beliau sebagai seorang musisi yang memiliki teknik yang sangat tinggi, di atas rata-rata musisi di Indonesia saat itu. Tidak ada yang lain, kalau dia main, semua diam dan belajar dari beliau,” terang Indra.

Indra sendiri menilai, dunia musik jazz Tanah Air setelah Bubi Chen meninggal dunia adalah hilangnya sejarah musik jazz Indonesia. Sebab,  di dunia musik atau yang lain tidak bisa lepas dari sejarah.

“Meninggalnya Bubi sama dengan kehilangan orang yang bisa menceritakan musik jazz Indonesia pada zaman itu, karena di Indonesia kan tidak begitu banyak buku tentang perjalanan jazz Indonesia. Kita hanya bisa mendengarkan dari saksi-saksi hidup,” jelas Indra.

Baca: Dewa Budjana Bicara Soal Bubi Chen dan Musik Jazz Tanah Air

Terkait positioning musik jazz Indonesia, menurut Indra cukup baik. Bahkan ia mengakui, saat ini Indonesia memiliki banyak musisi jazz yang sangat banyak dan bagus-bagus, memiliki regenrasi yang sangat baik.

Baginya, ini sangat unik untuk sebuah negara yang tidak ada kaitannya dengan sejarah jazz di negara asalnya, Amerika. “Di Indonesia musisi jazz sangat banyak, dan yang muda-muda mainnya keren-keren,” tutur Indra.(ARIEF ANSHORI/ZAL) 

Editor: Fahrizal Arnas