Geliat Budidaya Lebah Lanceng di Kediri

Suhadi, peternak madu lebah lanceng, saat menunjukkan perkembangan ternak lebahnya, di Dusun Igir-igir, Desa Joho, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Senin (27/8/2018). FOTO : SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Pada tahun ini, geliat budidaya lebah lanceng di Kabupaten Kediri mulai terlihat kian berkembang. Tepatnya, di Dusun Igir-igir, Desa Joho, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

Di kawasan ini, ada seorang pembudidaya lebah lanceng, bernama Suhadi. Pria penuh semangat ini tak pernah menyangka bakal mendulang sukses, dengan modal lebah lanceng dari Boyolali.

“Kami baru 3 bulan ini mengembangkan lebah lanceng ini. Awalnya, dapat lebah dari Boyolali dan ada sebanyak 200 kotak untuk sarangnya,” kata Suhadi, peternak lebah lanceng, sekaligus anggota Kelompok Tani Madu Gunung Wilis, Kabupaten Kediri, Senin (27/8/2018).

Diungkapkan oleh pria berumur 40 tahun ini, pengembangan budidaya lebah lanceng prospektif di daerahnya. Hal ini karena di Desa Joho, Kabupaten Kediri dikenal sebagai sentra madu. Apalagi, tahun lalu di kawasan yang memiliki destinasi wisata beragam ini, dinilai berhasil mengadakan acara bertajuk “Minum 1.000 Madu”.

Tapi, pembudidaya di daerah ini lebih banyak beternak lebah mellifera dan menghasilkan beragam produk. Seperti madu kaliandra, madu randu, dan madu rambutan.

“Untuk madu lebah lanceng,memang tergolong baru dikembangkan. Yang pasti butuh banyak bunga untuk ketersediaan makanan lebah, dan angin juga jadi faktor penentu,” katanya.

Dalam tiga bulan terakhir, Suhadi sudah panen sekali. Dari ratusan kotak itu, pihaknya memproduksi 5 botol besar madu lebah lanceng. Yang mana, ukuran per botol madunya ditakar sekitar 500 ml.

Secara umum, dibandingkan madu jenis lain, rasa madu lanceng ini cenderung lebih asam. Produksinya pun lebih sedikit, baik secara keseluruhan maupun per koloni.

“Akan tetapi, banyak penggemar madu yang menganggap madu lebah lanceng lebih berkualitas dan berkhasiat. Akibatnya, harga madu lebah lanceng lebih mahal dan saya jual Rp 275 ribu per botol,” katanya.

Untuk saat ini, lanjut Suhadi, para pembeli sudah banyak yang memesan. Umumnya mereka ini berasal dari Kediri dan sekitarnya, terutama para penggemar madu lebah lanceng. (AYU CITRA SR/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono