Aksi Borong jadi Penyebab Elpiji Langka di Kabupaten Kediri

Antisipasi kelangkaan, Tim Satgas Elpiji Kabupaten Kediri meninjau stok elpiji 3 kilogram di tiga kecamatan, di Kabupaten Kediri. FOTO : SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Faktor aksi borong oleh sejumlah oknum, diyakini menjadi penyebab kelangkaan elpiji tabung 3 kilogram di wilayah Kabupaten Kediri selama beberapa pekan terakhir.

Menurut Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Kediri, Sampurno, ketika mengetahui adanya kelangkaan elpiji ini maka Pemkab Kediri melalui Tim Satgas Elpiji tabung 3 kilogram langsung melakukan inspeksi mendadak. Tindak pengawasan ini digelar di tiga titik lokasi yaitu di Kecamatan Pare, Kecamatan Kandangan, dan Kecamatan Grogol.

Pada agenda yang dipimpin langsung Sampurno, didampingi perwakilan dari Dinas Perdagangan, Dinas Kominfo dan dari PT Pertamina (Persero) setempat, pihaknya meninjau langsung ke sejumlah agen, pangkalan, pengecer hingga ke konsumen elpiji tabung 3 kilogram.

“Kami ingin mengetahui secara langsung ketersediaan barang yang ada di lokasi,” ujar Sampurno, yang juga Ketua Tim Satgas Elpiji Kabupaten Kediri, Sabtu (25/8/2018).

Saat itu, Tim Satgas Elpiji Kabupaten Kediri mendatangi agen elpiji PT Tegal Ombo Makmur di Kecamatan Pare, Agen PT Narwastu Slamet Perkasa di Kecamatan Kandangan, dan Agen P. Addy Jaya Wicaksana di Kecamatan Grogol.

Di samping itu, juga meninjau langsung ke pangkalan dari tiap agen tersebut. Bahkan, di tingkat pengecer dari pangkalan hingga para konsumen. Misalnya saja, masyarakat yang membeli langsung ke pangkalan ataupun pengecer tabung elpiji 3 kilogram.

Dari keterangan salah satu agen, tambah Sampurno, mereka menilai adanya hari libur menjadi indikator utama kelangkaan elpiji, sehingga permintaan warga terhadap bahan bakar tersebut naik.

“Hari libur yang berdekatan yaitu hari libur nasional tanggal 17 Agustus, hari minggu tanggal 19 dan Hari Raya Idul Adha 22 Agustus 2018,” ulasnya.

Sementara di pangkalan lain, Tim Satgas Elpiji Kabupaten Kediri sempat dibuat kaget. Lantaran melihat papan tulisan, “Elpiji 3 kilogram habis”. Namun, setelah meninjau langsung ke dalam toko, ternyata stoknya masih tersedia banyak.

“Akhir-akhir ini setiap barang datang, stok para agen elpiji ini langsung terjual habis. Kami lantas menyimpulkan adanya indikasi penahanan barang di pangkalan serta aksi borong dari pihak pengecer,” katanya.

Khusus wilayah Pare, diduga adanya oknum/pengecer yang memanfaatkan momen banyaknya permintaan dari konsumen. Salah satunya dengan membeli elpiji tabung 3 kilogram dengan jumlah banyak, dan dijual dengan harga tinggi.

Dicontohkan Sampurno, dari harga eceran Rp 17 ribu – Rp 18 ribu per tabung, harganya dinaikkan melambung menjadi Rp 20 ribu sampai Rp 23 ribu per tabung.

Padahal, lanjut dia, jika dilihat dari data PT Pertamina (Persero), justru ada tambahan penyaluran untuk wilayah Kabupaten Kediri. Tepatnya, mulai tanggal 14-16 Agustus 2018 sebanyak 27.440 tabung. Lalu, tanggal 17 Agustus 2018 sebanyak 27.440 tabung dan tanggal 19-24 Agustus sebanyak 58.800 tabung. Berikutnya, tanggal 24-25 Agustus 2018 sebanyak 59.360 tabung. (AYU CITRA SR/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono