Potensi Merugi, BJTI Port Tarik Seluruh Sahamnya di BKMS

BJTI Port berencana akan melakukan divestasi saham PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS). FOTO: SUREPLUS/AKBAR INSANI

SURABAYA-SUREPLUS: Rendahnya realisasi tingkat pengembalian investasi dari PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) membuat anak perusahaan Pelindo III, PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI Port) berencana menarik seluruh kepemilikan sahamnya di BKMS.

BKMS merupakan perusahaan patungan dari BJTI Port dengan kepemilikan saham 40 persen dan PT Usaha Era Pratama Nusantara (UEPN) dengan kepemilikan saham 60 persen. UEPN sendiri adalah anak perusahaan PT Aneka Kimia Raya (AKR) Corporindo.

Direktur Utama BJTI Port Hot Rudolf Marihot mengatakan, kerja sama ini tidak menguntungkan secara komersial. “Manajemen BJTI melihat potensi risiko yang timbul karena leverage bisnis yang tidak sustainable dalam memberikan laba bagi perusahaan sehingga kami berencana pull out dari kepemilikan di BKMS,” jelasnya.

Dari catatan perusahaan, hingga Juli 2018 laba dari BKMS mengalami penurunan yang signifikan sehingga mengakibatkan BKMS tidak dapat memberikan kontribusi bagian laba atas usahanya kepada BJTI Port. Bagi Rudolf, penurunan tersebut justru menjadi beban tersendiri serta dianggap bisa menjadi penyebab tidak tercapainya kinerja BJTI Port di tahun 2018 ini”.

Hingga saat ini terhitung sudah dua tahun, mulai 2015 hingga 2017 BKMS masih belum dapat membayarkan dividen kepada para pemegang saham atas laba perseroan, sehingga BJTI Port perlu melakukan langkah strategis melalui penjualan saham di BKMS dan menggunakan dana hasil penjualan untuk kebutuhan investasi bisnis utamanya sebagai terminal operator.

“BJTI Port akan pull out sampai dengan keseluruhan saham (senilai 40 persen) serta menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk melakukan due diligence atas valuasi saham BKMS. Diperkirakan kajian atas divestasi saham BKMS akan selesai pada awal triwulan empat tahun 2018.” tutur Rudolf.(ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas