Kepiting Rajungan Pangkah Wetan Tembus Pasar Ekspor

Warga Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, sibuk memilah kepiting rajungan kelas ekspor. FOTO : ALI ZAINI

GRESIK-SUREPLUS : Letak geografis Kabupaten Gresik yang berada di pesisir utara pantai Pulau Jawa, membuat daerah tersebut dikenal sebagai sentra penghasil hasil laut.

Tidak heran jika kekayaan alam laut yang ada cukup melimpah. Daerah Gresik, tepatnya Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, juga dikenal sebagai sentra penghasil kepiting. Khususnya, kepiting rajungan kelas ekspor.

Di desa yang berada 40 kilometer dari Kota Gresik ini, kesibukan sebagian masyarakatnya, tak pernah jauh dari kepiting rajungan. Menangkap, membersihkan, hingga merebus kepiting rajungan.

Miftahul Alim, salah satu nelayan Desa Pangkah Wetan menuturkan, sebagian besar masyarakat di daerahnya berprofesi sebagai nelayan. “Desa kami sejak dulu dikenal sebagai penghasil kepiting rajungan,” tuturnya pada Sureplus.id, Jumat (24/08/2018).

Ia menambahkan, biasanya untuk ekspor dikirim ke negara Hongkong, dan Taiwan. “Yang diekspor biasanya dagingnya saja. Kulit dan cangkangnya sudah dikupas lalu dikirim ke perusahaan sebelum diekspor,” tambahnya.

Dijelaskan pula, saat ini harga kepiting rajungan per kilogram-nya Rp 80 ribu. Sedangkan kepiting rajungan yang sudah dibersihkan dan tinggal dagingnya saja dijual Rp 360 ribu per kilogram.

Selain untuk diekspor kepiting rajungan ini juga dipasarkan ke beberapa daerah seperti ke Gresik Kota, Surabaya, Pasuruan dan Bali. (ALI ZAINI/HDL)

Editor Hendro D. Laksono