Kembangkan Bisnis, Pengrajin Rainbow Pillow Berdayakan Ibu Rumah Tangga

Yulianto (kiri), pengrajin bantal dan boneka kain perca, dengan brand Rainbow Pillow, saat menata sejumlah produk unggulan kreasinya, di Kabupaten Kediri, Jumat (24/8/2018). FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Berkat dukungan penuh dari kaum hawa di sekitarnya, Yulianto, pengrajin aneka bantal dan kerajinan dari kain perca, dengan brand Rainbow Pillow di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri menuai sukses luar biasa dalam meningkatkan ekonomi warga.

Awalnya, Yulianto tak pernah menyangka, karena dengan kain perca, dia dapat membangun bisnisnya hingga mengalami perkembangan signifikan seperti sekarang. Usaha ini dilakoninya sejak tahun 2011, dan mencoba membuat beragam boneka maupun bantal yang diisi kain perca.

“Inspirasi awal inovasi ini, setelah melihat pembuatan kerajinan serupa dari media sosial. Lalu saya belajar dan setelah bisa, saya ajarkan kepada ibu rumah tangga di sekitar rumah,” kata pengrajin bantal dan aksesoris kain perca, Rainbow Pillow, di Kabupaten Kediri, Jumat (24/8/2018).

Alhasil, kini banyak masyarakat di Kediri dan di luar daerah yang sangat menggemari kreasi tersebut. Bahkan termasuk, saat produksi berbagai gantungan kunci boneka yang juga dibuat dari kain perca, ternyata banyak konsumen meminatinya.

Untuk membuat kerajinan ini, Yulianto dibantu tangan kreatif sejumlah kaum hawa di sekitar rumahnya. Sampai sekarang, ada sekitar tujuh orang perempuan yang menjadi karyawannya.

“Nah mereka cukup berada di rumah dan mengerjakan pesanan bantal mobil, bantal leher, bantal balita, maupun boneka sembari mengasuh anaknya,” katanya.

Dari usaha inilah, pria setengah baya itu membuat para ibu rumah tangga tersebut bisa memperoleh penghasilan tambahan. Rata-rata, tiap satu orang pekerja yang sudah ahli, bisa menerima pendapatan antara Rp 75.000 per orang per hari.

“Bahkan ada yang memperoleh hingga Rp 100 ribu per orang per hari,” katanya.

Kini berkat keuletan dan semangat, serta dukungan sang Istri, Amin, kerajinan milik Yulianto berhasil didapuk Pemerintah Kabupaten Kediri sebagai salah satu ikon souvenir khas Kabupaten Kediri. (AYU CITRA SR/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas