Berakhir Pekan Bareng Makanan Khas Penambang Belerang

Dalam festival sego lemeng dan kopi uthek di Banyuwangi, wisatawan akan diajak melihat bagaimana pembuatan nasi ini sekaligus cara menikmati kopi uthek. FOTO : SUREPLUS/HENDRO SUCIPTO

BANYUWANGI-SUREPLUS : Desa Banjar, Kecamatan Licin, ‎Banyuwangi, memiliki menu khas, sego lemeng. Biasanya, makanan ini disajikan dengan ditemani kopi uthek.

Sego lemeng adalah nasi gulung yang diisi cacahan daging ayam, ikan tuna, dan ikan asin. Sementara kopi uthek adalah kopi yang disuguhkan dengan potongan gula aren atau nira.

Menu khas inilah yang nanti akan difestivalkan di Desa Banjar, Minggu (26/8/2018). “Dua kuliner tersebut adalah khas warga Desa Banjar. Wisatawan akan melihat bagaimana pembuatan nasi yang dibakar dalam potongan bambu, begitu juga cara menikmati Kopi uthek yang khas,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, M. Yanuarto Bramuda, Jumat (24/8/2018).

Bramuda mengatakan, sego lemeng ini menjadi menu khas bagi penambang belerang di Kawah Ijen.

“Kemasannya yang ringan dan bisa dibawa ke mana saja, sego lemeng ini menjadi bekal makanan untuk menambang belerang,” katanya. Selain Festival Sego Lemeng dan Kopi Uthek, sehari sebelumnya, Sabtu (25/8), digelar Student Jazz Feetival, di Gedung Seni Budaya (Gesibu), mulai pagi hingga malam hari.

Puluhan grup band pelajar dari dalam dan luar daerah tampil di Student Jazz Festival, baik dari Banyuwangi, Jember dan Surabaya. Peserta membawakan musik jazz yang easy listening dan lagu Banyuwangi yang diaransemen dengan musik jazz.

‎”Even ini dirancang sebagai panggung bagi pelajar daerah untuk mengekplorasi bakat dan potensi pelajar bermusik jazz. Melalui ajang ini anak-anak akan mampu mengembangkan sayapnya, karena dalam kesempatan ini mereka pasti ketemu komunitas-komunitas jazz yang bisa memberi jalan,” kata Bramuda. (HENDRO SUCIPTO/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono