Jazz Traffic dan Perjuangan Bubi Chen Meregenerasi Musik Jazz

Aksi Bubi Chen, ikon jazz Indonesia di Jazz Traffic Festival. FOTO : ISTIMEWA

SURABAYA-SUREPLUS : Panggung Jazz Traffic Festival (JTF) 2018 akan diwarnai dengan pertunjukan ‘Tribute to Bubi Chen’. Sesi penghormatan untuk musisi jazz legendaris ini akan disajikan Jazz Traffic All Stars yang digawangi Indra Lesmana, Idang Rasjidi, Dewa Bujana, Syaharani, Sri Hanuraga, Indra Gupta, dan Sandy Winarta.

“Ini akan jadi momen spesial di JTF 2018. Bubi Chen adalah ikon jazz Tanah Air yang berperan besar mengasuh program Jazz Traffic di Radio Suara Surabaya selama kurang lebih 25 tahun,” jelas Chairman IndiHome Jazz Traffic Festival 2018 Errol Jonathans.

Direktur Utama Suara Surabaya (SS) Media ini mengatakan, sejak 1985 silam, Bubi Chen melalui salah satu program jazz di radio, yang tergolong paling konsisten di Tanah Air, memikirkan regenerasi musik jazz Tanah Air.

“Jazz Traffic berdiri sebagai bentuk konsistensi SS memilih musik bermutu. Tapi Bubi Chen pernah bilang, tidak ada musik bagus atau jelek. Yang ada musik yang kamu suka atau tidak kamu suka,” ujarnya.

Melalui jazz traffic, perjuangan Bubi Chen meregenerasi musik jazz cukup panjang. Edukasi dan sosialisasi dimulai dengan mengenalkan jazz rock dan fussion sebagai pendekatan kepada anak muda.

Pelan-pelan, program ini mulai mengenalkan apa itu jazz mainstream, jazz alternatif, serta genre-genre jazz yang bisa dikatakan lebih ‘serius’, dan mulai bisa diterima khalayak musik Surabaya.

Helatan JTF pertama kali pada 2011 lalu menjadi wujud mimpi Bubi Chen mengenalkan musik jazz kepada pecinta musik di Surabaya. Bahkan, almarhum, yang saat itu kondisi fisiknya mulai menurun, tampil untuk merayakannya.

“Waktu itu, saya ingat, Bubi Chen sudah sakit. Beliau tampil di panggung JTF pertama itu dengan kaki yang sudah diamputasi,” kenang Errol. Jazz Traffic All Star tribute to Bubi Chen, kata Errol, seolah menjadi perwujudan mimpi Bubi Chen untuk memunculkan generasi-generasi baru musik jazz di Tanah Air. (PRS/HDL)

Editor: Hendro D. Laksono