Berani Beda, Suparlan Produksi Kuda Lumping Dari Limbah

Suparlan, pengrajin kuda lumping dengan bahan limbah mebel, tampak hati-hati dan penuh ketelitian saat membuat produk unggulannya, di Kelurahan Bangsal, Kota Kediri, Rabu (22/8/2018). FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Nguri-uri budaya atau merawat budaya bisa dilakukan dengan segala cara. Seperti yang dikembangkan oleh Suparlan, pengrajin kerajinan kuda lumping asal Kediri, yang berani beda dalam memproduksi produk kebanggaannya.

Menurut Suparlan, perbedaan yang mencolok dari kerajinan buatan tangannya ini terlihat dari bahan baku. Pihaknya sengaja memanfaatkan limbah yang ditemuinya menjadi sejumlah produk kuda lumping yang unik dan menarik.

“Awalnya saya lihat banyak plastik bekas limbah mebel. Lalu, saya coba buat jadi kuda lumping, dan ternyata bisa juga,” kata Suparlan, pengrajin kuda lumping asal Kelurahan Bangsal, di Kota Kediri, Rabu (22/8/2018).

Sebelum menjadi pengrajin seperti sekarang, pria setengah baya ini sempat berprofesi sebagai kuli bangunan. Namun karena melihat besarnya peluang pada bisnis kerajinan kuda lumping, akhirnya pada tahun 2012 ini, dia memutuskan berhenti menjadi kuli bangunan.

Lambat laun tapi pasti, kini usahanya semakin berkembang. Tak hanya pasar di Pulau Jawa yang memesan hasil kreasinya. Akan tetapi, konsumen dari luar Pulau Jawa juga berminat mengoleksi karya Suparlan.

“Mulai konsumen dari dalam Kediri, hingga Sumatera dan Kalimantan, juga ada. Alhamdulillah, bisnis ini bisa mensejahterakan keluarga saya di rumah,” katanya.

Terkait harga, produk yang dibuat dengan menganyam tali bekas produksi mebel ini, memiliki harga jual variatif. Namun berkisar antara Rp 75.000 hingga Rp 350.000 per unitnya.

Kisaran harga ini, lanjut Suparlan, bergantung pada besar kecilnya ukuran kuda lumping. Biasanya dia membuat kuda lumping dengan ukuran terkecil 50 centimeter dan terbesar mencapai 125 centimeter.

“Dari usaha inilah, umumnya saya bisa mencapai omzet hingga 3 jutaan Rupiah per bulan,” katanya.

Sementara, produksi kuda lumping dengan ciri khas berekor tali rafia yang diurai lembut tersebut, mampu dibuatnya sebanyak 12 buah dalam satu bulan. Yang mana, rata-rata produksi 1 buah kuda lumping biasanya dia membutuhkan waktu 2 hari. (AYU CITRA SR/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas