Siapkan Expo di Bandung, BCA Rangkul Perusahaan Otomotif dan Properti

BANDUNG-SUREPLUS : PT Bank Central Asia Tbk (BCA) siap menggelar BCA Expo Bandung 2018 di Kota Baru Parahyangan, 1-2 September 2018 mendatang. Dalam event ini, BCA akan menghadirkan serangkaian promo menarik sekaligus booth dealer mobil, properti, motor, dan makanan minuman.

“BCA untuk kesekian kalinya kembali bekerja sama mendukung industri properti dan otomotif dari sisi pembiayaan. BCA Expo 2018 ini setidaknya akan melibatkan 19 merek mobil, tujuh merek sepeda motor, dan developer Kota Baru Parahyangan,” jelas Executive Vice President Consumer Credit Business BCA Felicia Mathilda Simon, dalam konferensi pers di Hotel Mason Pine, Bandung, Senin (20/8/2018).

Dijelaskan, dalam event ini, BCA juga menyediakan promo spesial food and beverage dan souvenir untuk pembelian Kartu Flazz dengan minimum top up Rp 100 ribu.

Selain Felicia, konferensi pers juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah BCA I Lanny Budiati, Deputi Direktur KKB BCA Herry Somantri, dan Direktur Kota Baru Parahyangan Ryan Brasali.

BCA Expo 2018, lanjut Felicia, merupakan expo rutin yang menggabungkan pameran mobil, properti, dealer motor, dan beberapa anak perusahaan BCA sekaligus demi menjawab berbagai kebutuhan nasabah. Nantinya expo tidak hanya menawarkan fasilitas cicilan berbunga rendah, tetapi juga akan menawarkan produk andalan dari beberapa anak perusahaan BCA.

“Dalam BCA Expo 2018 Bandung nanti, kami akan menghadirkan unit-unit bisnis seperti Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kredit Sepeda Motor (KSM), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kartu Kredit, dan Flazz, termasuk juga beberapa produk andalan dari BCA Insurance, BCA Life, BCA Sekuritas, dan BCA Syariah,” tambah Kepala Kantor Wilayah BCA I Lanny Budiati, yang juga hadir dalam kesempatan itu.

Ia menjelaskan, KPR dan KKB memiliki potensi yang besar untuk bertumbuh dalam jangka panjang. Pada Semester I 2018, BCA mencatatkan pertumbuhan atas outstanding KPR. Pada portofolio kredit konsumer, KPR tumbuh 4,0 persen YoY menjadi Rp 74,6 triliun. Tidak hanya KPR, KKB juga turut mengalami peningkatan sebesar 8,1 persen YoY menjadi Rp 41,3 triliun per akhir Juni 2018. (PRS/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono