Gas Bumi CNG Jaga Api Kualdron Asian Games 2018 Tetap Menyala

nyala api pada kualdron
Nyala api kualdron utama di dalam stadion dan di luar stadion Gelora Bung Karno (GBK) selama Asian Games 2018 berlangsung, bersumber pada gas bumi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG). FOTO: @KEMENTERIANESDM

JAKARTA-SUREPLUS: Semangat bertanding para atlet di Asian Games 2018, salah satunya dilambangkan dengan nyala api pada kualdron utama di dalam stadion, dan kualdron di luar stadion Gelora Bung Karno (GBK), selama event berlangsung. Maka kobaran api tersebut tidak boleh mati sedetik pun. Bagaimana caranya?

Tim Komunikasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, sumber energi gas bumi yang merupakan energi bersih dan ramah lingkungan itulah yang mengobarkan api Asian Games 2018 hingga 2 September 2018 mendatang.

“Penting untuk menjaga kesediaan energi di gelaran Asian Games 2018 ini, salah satunya energi yang digunakan agar api kualdron harus terus menyala hingga penutupan nanti,” kata Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, di Jakarta seperti dikutip dari situs esdm.go.id.

Agung menuturkan, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyalurkan gas bumi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG). “Seperti disampaikan PGN, Produk CNG milik PGN yang diberi nama Gaslink akan disediakan oleh anak usaha PGN yaitu PT Gagas Energi Indonesia,” katanya.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama dalam keterangan resminya mengungkapkan, untuk api Asian Games ini, tabung CNG berisi gas bumi yang telah dikompresi hingga 200 bar dibawa menggunakan gas transport module (GTM) ke dekat lokasi kualdron.

Setidaknya ada empat buah GTM ukuran 20 feet dan 10 feet yang digunakan. Empat truk pengangkut CNG itu dilengkapi dengan Pressure Release Device, yaitu alat yang berfungsi melepaskan gas secara langsung ketika terjadi benturan atau panas yang berlebih.

Untuk memberi tambahan pengamanan, dioperasikan pula dua buah Pressure Reduction System (PRS) dengan kapasitas masing-masing 1000 meter kubik per jam dan 300 meter kubik per jam, yang sudah dilengkapi dengan Pressure Safety Valve. Alat ini berfungsi melepaskan tekanan berlebih pada PRS dan shutdown valve yang dapat ditutup secara manual ketika terjadi kebocoran.

“Gagas akan memastikan api di kualdron berwarna merah menyala dan terus hidup dengan menyiagakan tim operator selama 24 jam. Kami telah melakukan serangkaian tes untuk menjamin hal tersebut pada pagi, siang, sore, dan malam hari dengan simulasi berbagai kondisi cuaca,” kata Rachmat.

Berdasarkan tes yang telah dilakukan, total kebutuhan gas untuk menghidupkan api kualdron mencapai 40.000 meter kubik dengan rincian 14.000 meter kubik untuk kualdron di dalam stadion dan 26.000 meter kubik untuk kualdron di luar stadion. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P