Robot Humanoid Berpotensi Beri Pengaruh Buruk Pada Anak-Anak

JERMAN-SUREPLUS: Keberadaan robot humanoid atau robot yang didesain memiliki kemiripan dengan manusia baik dari segi fisik, prilaku maupun berkata-kata, tampaknya bisa memberikan pengaruh buruk pada anak-anak dengan tingkat keberhasilan yang sangat signifikan.

Hal itu telah dibuktikan lewat penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti Universitas Bielefeld (Jerman) Anna Lisa Vollmer yang diterbitkan dalam jurnal Science Robotics.

Dalam penelitian tersebut, peneliti membagi tiga kelompok relawan dewasa. Mereka diminta mengerjakan tugas yang sama, yakni memperkirakan panjang garis target berdasarkan tiga garis lainnya. Dalam kelompok kontrol, para relawan diminta untuk menyelesaikan tugas itu sendirian. Kelompok lain melakukan tugas dengan sekelompok robot, dan peneliti yang menyamar bertugas untuk memengaruhi keputusan manusia, sementara kelompok terakhir bekerja dengan tiga robot humanoid yang juga memengaruhi para relawan dalam mengerjakan tugasnya.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa untuk orang dewasa, keakuratan relawan menurun ketika berada di ruangan dengan kelompok manusia, sementara relawan yang bekerja dengan konfederasi robot pun sama.

Ketika mereka mengulangi percobaan dengan anak-anak antara 7-9 tahun dengan tugas yang sama seperti yang diberikan kepada relawan dewasa, hasilnya sangat mengejutkan karena mereka sangat terpengaruh. Tak main-main, sebesar 74 persen anak-anak memberikan jawaban yang salah, mereka memberikan jawaban yang sama dengan robot, kata demi kata. Ketika robot memberi jawaban yang benar, anak-anak itu juga melakukannya.

Menurut jurnal ini, apa yang terjadi pada anak-anak tersebut memperkuat gagasan bahwa manusia (khususnya anak-anak) memperlakukan komputer dan robot sebagai makhluk sosial. Maka itulah, para pakar mengingatkan bahwa penggunaan robot humanoid sebagai asisten anak-anak berpotensi terjadi penyimpangan. Maka itu pula mereka meminta orang tua agar tidak mengabaikan potensi dampak buruk tersebut.

Seperti diketahui, beberapa orang yang memiliki aktivitas sangat padat dan tak sempat mengurus banyak hal bisa jadi akan mempercayakan robot humanoid yang sudah diatur sedemikian rupa untuk membantu mengambil alih tugas mereka, misalnya menjadi pemandu tur di sebuah museum, bantuan perawatan lansia, atau asisten pendidikan taman kanak-kanak.(POPULARMECHANICS/ZAL)

Editor; Fahrizal Arnas