Hadapi Pengunjung di Akhir Acara, Peserta Siapkan Harga Khusus

Pengunjung berinteraksi dengan penjaga stan batik di Koperasi dan UMKM Expo 2018, Grand City Surabaya. FOTO : SUREPLUS/HENDRO D. LAKSONO

SURABAYA-SUREPLUS: Ada yang menarik di hari terakhir pelaksanaan Koperasi dan UMKM Expo 2018, Grand City Surabaya, Minggu (19/8/2018). Di beberapa outlet, peserta pameran mulai menjual produknya dengan bandrol harga istimewa.

Lihat saja di sebuah stan yang menjual produk meubel ukir di sisi kiri pintu masuk. Beberapa dagangannya dijual dengan potongan Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

“Untuk wadah air mineral ini Rp 200 ribu saja,” kata penjaga stan. Padahal harga di sticker yang nempel di produk tertulis Rp 250 ribu. Potongan harga yang sama

Hal yang sama juga ditemui di beberapa stan batik dan kerajinan. “Biar sama-sama senang. Yang jual senang, yang beli senang,” tukas salah satu penjaga stan batik asal Solo, Jawa Tengah.

Meski sebagian besar peserta yang lain tak terpengaruh untuk memberi diskon, di hari terakhir expo, penjualan produk rata-rata naik 50 persen dibanding hari-hari sebelumnya.

“Ditambah ikut acara ini, penjualan produk saya sudah 300 botol,” aku Linda Argenita, pemilik outlet aneka sambal pedas dari Sidoarjo.

Sekitar pukul 19.00 WIB, beberapa produk yang didisplay di stan mulai berkurang. Seperti di stan Herbal Yuniari, Gunung Kidul, Yogyakarta. “Sebagian sudah diborong pembeli,” aku petugas yang jaga sambil tersenyum.

Koperasi dan UMKM Expo 2018 digelar sepanjang 15-19 Agustus 2018, menghadirkan 274 stan produk unggulan koperasi dan UMKM dari dalam dan luar Jawa Timur. Even ini diadakan untuk memperingati Hari Koperasi ke-71 Jawa Timur sekaligus HUT Kemerdekaan Indonesia ke-73.

Dalam gelaran ke-6 ini, expo mengangkat tema ‘Peran Generasi Muda Koperasi dan UMKM Menghadapi Fenomena Ekonomi Milenial Menuju Revolusi Industri 4.0’. Acara dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, ditargetkan mampu meraup transaksi sebesar Rp 5,6 miliar dengan jumlah pengunjung sebanyak 31.506 orang. (HDL)

Editor : Hendro D. Laksono