Bisnis Hijab, Azimah Hasilkan Ratusan Juta Per Bulan

Azimah Salim Bahmid sukses berbisnis hijab dengan brand Azimah. FOTO: SUREPLUS/ERFAN HAZRANSYAH

SURABAYA-SUREPLUS: Tak sedikit pengusaha yang mengawali bisnisnya dengan susah payah. Namun, ada beberapa orang yang tidak membutuhkan itu untuk menjadikan usahanya berkembang dalam waktu yang cukup singkat. Hal itulah yang dialami Azimah Salim Bahmid ketika mendirikan usaha hijabnya.

Menggunakan nama depannya (Azimah) sebagai brand dari produk yang ia jual, usaha yang dirintisnya sejak Maret 2018 lalu itu sekarang sudah bisa menghasilkan omset ratusan juta rupiah setiap bulannya.

Betapa tidak, setiap hari Azimah bisa mengirimkan lebih dari 50 buah hijab ke pelanggannya. Rinciannya, via jasa paket 50 buah, itu belum termasuk pengiriman lewat ojek online, kurirnya sendiri dan pembeli yang datang langsung ke rumahnya di kawasan Surabaya Utara.

“Prosesnya memang mulai Maret, tapi baru benar-benar ready untuk dipasarkan persis di awal bulan puasa lalu,” kata istri dari Syaugi Bin Usman ini.

Azimah sendiri mengaku tak menyangka bahwa produknya menarik minat banyak orang. Padahal, selama ini ia hanya memasarkan via media sosial, Instagram, dan meng-endorse selebgram dan layanan perpesanan What’sApp.

“Saya pakai jasa teman-teman selebgram. Ada dua artis yang saya endorse, Natalie Sarah, dan Asha Shara yang juga pakai hijab saya,” kata anak keempat dari pasangan Salim Bahmid (mantan pemain Persebaya) dan Wasilah Bahanan ini.

Azimah sendiri mengakui, salah satu kunci keberhasilannya menjaring pembeli karena produk yang ia jual bukanlah barang yang sudah umum di pasaran. Selain bahan hijabnya pilihan, Azimah juga memberikan aksesoris swarovski (semacam permata) orisinil serta japit rambut renda dengan kualitas pilihan pula.

Bukan hanya itu, meski semua bahan yang ia gunakan berkualitas tinggi, Azimah menjualnya dengan harga yang relatif terjangkau. Sehingga semua kalangan masih bisa membeli hijab hasil kreasi perempuan jebolan SMA Islam di Surabaya ini.

“Satu lagi, jahitannya saya pilih jahitan butik. Bukan jahitan penjahit biasa yang bisa menyelesaikan ratusan hijab dalam waktu beberapa hari saja,” terangnya. “Saya juga tidak pelit informasi. Hitung-hitung saya bantu orang lain, Insya Allah saya dapat berkah,” tambahnya.

Kualitas mewah yang dipilih bukan sekadar untuk bergaya atau sekadar pembeda, tapi Azimah ingin memberikan kesan nyaman pada pemakai hijab hasil produksinya ini. “Saya tidak mau jual produk yang saya sendiri tidak mau pakai. Saya mencoba menyamakan selera saya dengan orang lain, terutama soal kenyamanan,” tutur ibu dua anak, Zaura (4 tahun) dan Rahaf (2) ini.

Hijab yang ditawarkan Azimah memang memiliki beberapa perbedaan dengan produk yang sama lainnya. Pasalnya, perempuan berdarah arab ini juga menerima pemesanan hijab dengan inisial nama orang menggunakan Swarovski. Selain itu, pemesan juga bisa meminta motif swarofski sesuai dengan seleranya.

“Pemesan juga bisa memilih warna swarovskinya. Saya menyediakan beberapa warna, ada gold, putih, hitam, rubi, dan beberapa warna lainnya,” tutur Azimah.

Hijab yang dijual Azimah juga mempunyai tiga model berbeda serta banyak warna. Total, ada tiga model yang ia tawarkan, yakni pashmina, segi empat dan segi tiga. Ketiga-tiganya diberi nama berbeda yang mengambil dari nama ibunya Silla, nama anaknya Zaura dan Rahaf. Untuk pilihan warnanya ada 59 warna. “Untuk model pashmina, bahannya tidak bisa kusut. Jadi diapakan saja kainnya tetap kembali halus seperti disetrika,” jelasnya.

Bermula dari Iseng

Ide berbisnis hijab ini muncul ketika Azimah tur ke Bali bersama keluarga pada awal Maret lalu. Saat itu, Azimah secara tak sengaja memasukkan hijabnya di sebuah koper. Setelah dia cermati, hijab yang ia bawa saat itu semua berbahan sama dengan produk yang jual saat ini.

Dari situlah, ia mengungkapkan niatnya kepada sang suami untuk berbisnis hijab. “Saya bilang ke suami kalau saya mantap memilih usaha hijab. Dan Alhamdulillah respon dari suami bagus. Dia bilang, bismillah saja, Insya Allah bisa,” kisahnya.

Sepulang dari Bali ia langsung membeli kain hijab. Lagi-lagi, di luar perkiraan sebelumnya, Azimah yang semula hanya ingin berjualan sekitar puluhan hingga seratus buah jilbab, justru membeli bahan sebanyak 1200 bahan hijab. “Awalnya saya ingin mengisi kekosongan waktu sambil mengasuh anak. Tapi keisengan itu berubah ketika saya melihat banyak ragam warna dan model hijabnya,” tuturnya sembari tertawa.

Azimah sendiri sempat bingung cara menjual produknya ini karena jumlahnya sangat banyak. Namun, dengan niat baik dibarengi upaya serius, sampai saat ini bisnisnya berjalan lancar.

Azimah pun bersyukur, produk yang ia jual diterima pasar. Bahkan, Natalie Sarah dan Asha Shara membeli tak hanya sekali. “Saya sampai nangis karena tidak percaya kalau mereka re-order. Tangis saya bukan sedih, tapi terharu. Tidak menyangka kalau produk saya benar-benar bisa diterima oleh kalangan artis sekali pun,” ujar perempuan cantik ini.

Azimah pun berharap, ke depan usahanya ini terus berkembang. Bukan hanya bisnis hijab saja, tapi juga usaha lain. Saat ini Azimah sedang mengembangkan usaha lips matte. “Ke depan saya ingin punya butik. Sekarang belum bisa karena anak-anak masih kecil,” terang Azimah.(ZAL)   

Editor: Fahrizal Arnas