Andalkan Bahan Lokal, Sambal Kemasan Sidoarjo Raih Omset Puluhan Juta

Linda Argenita, warga Sidoarjo, Jawa Timur, memamerkan produk sambal dalam kemasannya. FOTO : SUREPLUS/HENDRO D. LAKSONO

SURABAYA-SUREPLUS : Siapa sangka, dari coba-coba, sambal dalam kemasan buatan Linda Argenita, warga Sidoarjo, Jawa Timur, justru menuai laba istimewa untuk keluarga. Meski masih satu tahun berjalan, produknya bisa mendatangkan omset puluhan juta rupiah per bulan.

“Suami saya aktif di beberapa komunitas. Kadang bikin acara kumpul-kumpul dan makan di rumah. Lalu ada yang bilang kalau sambal buatan saya enak,” kata Linda pada Sureplus.id di sela pelaksanaan Koperasi dan UMKM Expo 2018, Grand City Surabaya.

Dari situ, ada kenalan suami yang bilang, “Coba dikemas yang bagus terus dijual. Biar banyak yang tahu”. Linda pun tertarik. Ia mulai mencari informasi bagaimana mengemas sambal agar bisa dibawa kemana-mana.

Akhirnya ia berhasil menemukan kemasan botol kecil yang praktis dan cantik. “Kalau bahan sambal gampang. Semua ada di Sidoarjo. Saya belanja di sekitar kabupaten ada semua. Lalu saya racik sendiri, saya kemas sendiri,” jelasnya.

Dari situ, Linda pun mulai menjual produk sambal dalam kemasannya ke beberapa kenalan. Hasilnya cukup memuaskan. Selain penjualan yang bagus, tanggapan dari konsumen juga cukup positif. “Rata-rata senang dengan sambal buatan saya,” kata Linda sambil tersenyum.

Berbekal respons ini, warga Jl Nangka, Gedangan, Sidoarjo ini-pun makin serius menekuni bisnis sambal dalam kemasan. Ia bahkan mulai mengumpulkan lisensi dari dinas kesehatan dan lembaga terkait lainnya. “Biar pelanggan lebih yakin kalau produk saya aman,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, Linda juga mulai mencoba mendaftar ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mendapat ijin produksi dan mulai mengurus merek dagang.

Khusus sambal, Linda menyiapkan berbagai cita rasa. Mulai sambal ikan klotok, tongkol, ebi, teri, bawang, sambal ijo, sambal petis, dan masih banyak lagi. Lewat ‘Dapur Linda’, ia juga memperkenalkan minuman segar herbal yang diolah dari bahan tradisional.

Kini, produk Linda sudah bisa dibeli di beberapa gerai oleh-oleh di Gresik, Sidoarjo, dan Surabaya. Produk di jual dengan harga mulai Rp 20 ribu. “Beberapa waktu terakhir bisa memproduksi 300 botol per minggu. Awal memulai dulu baru 150-an. Alhamdulillah yang pesan tambah banyak,” katanya. (HDL)

Editor : Hendro D. Laksono