Pertumbuhan Jumlah UMKM di Jatim Sangat Signifikan

Jumlah UMKM di Jatim melesat tajam. Dari 6,8 juta tahun 2012 menjadi 9,59 juta UMKM di tahun 2017. Tampak ilustrasi salah satu stand di Koperasi dan UMKM Expo 2018 di Surabaya. FOTO: SUREPLUS/AKBAR INSANI

SURABAYA-SUREPLUS: Pertumbuhan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Jatim melesat. Berdasarkan sensus ekonomi nasional, populasi UMKM Jatim mengalami pertumbuhan signifikan, dari 6,8 juta pada tahun 2012, meningkat jadi 9,59 juta UMKM pada tahun 2017.

“Rinciannya, dari 9,59 juta UMKM tersebut, sebanyak 4,61 juta UMKM ada di sektor non-pertanian, dan 4,98 juta UMKM ada di sektor pertanian,” kata Gubernur Jawa Timur, Soekarwo seperti seperti dikutip dari jatimprov.go.id.

Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo memaparkan peran Koperasi dan UMKM bagi perekonomian Jawa Timur itu saat memberikan sambutan pada Opening Ceremony 6th Koperasi dan UMKM Expo 2018 di Convention Hall Grand City Mall, Surabaya, beberapa waktu lalu.

Menurut Soekarwo, Sebanyak 31,7 ribu koperasi yang ada di Jatim, mampu menghasilkan volume usaha sebesar Rp 13,35 triliun dan SHU sebesar Rp 3,35 triliun. Sedangkan kontribusi UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) terhadap perekonomian Jatim , juga mengalami peningkatan signifikan.

Tahun 2012, UMKM mampu berkontribusi terhadap PDRB sebesar 54,98 persen. Tahun 2016, kontribusi UMKM terhadap PDRB Jatim meningkat menjadi 57,52 persen. Kemudian, UMKM di Jatim juga memberikan kontribusi besar terhadap realisasi penanaman modal.

Hal ini dilihat dari realisasi investasi Jatim pada tahun 2017 sebesar Rp 152,39 triliun, sementara pada semester I tahun 2018 sebesar Rp 95,95 triliun. Meningkat 22,87 persen dari periode yang sama pada tahun 2017. Dari data tersebut, pada tahun 2017 kontribusi PMDN Non Fasilitas mencapai 56,34 persen, dan pada semester I tahun 2018 ini meningkat menjadi 74,36 persen.

“Ini menandakan UMKM mendominasi PMDN Non Fasilitas dan menjadi sumber utama pendorong pembangunan ekonomi Jatim di tengah perekonomian global yang dinamis,” lanjut Pakde Karwo.

Pertumbuhan sektor koperasi dan UMKM ini, juga membawa dampak positif bagi penurunan angka pengangguran dan angka kemiskinan di Jatim. Ini karena sektor tersebut mampu menyerap 18,95 juta tenaga kerja. Jika dibandingkan dengan angkatan kerja yang ada yaitu 20,16 juta, maka lebih dari 90 persen angkatan kerja diserap oleh UMKM. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P