Pantai Cemara Sajikan Landscape Pepohonan Cemara nan Menawan

Pantai Cemara di Dusun Rowo, Desa Pakis, Kecamatan Banyuwangi mengusung konsep konservasi dengan landscape pepohonan cemara di sepanjang pesisir pantai. FOTO: BANYUWANGITOURISM.COM

BANYUWANGI-SUREPLUS: Banyuwangi seolah tak kehabisan destinasi wisatanya. Salah satunya Pantai Cemara, destinasi baru yang mengusung konsep konservasi dengan landscape pepohonan cemara di sepanjang pesisir pantai.

Pantai berpasir hitam dengan jajaran pohon cemara di sepanjang pantai, menjadi salah satu alteranatif destiansi baru dekat dengan pusat kota Banyuwangi. Pantai Cemara dulunya bernama Pantai Rejo, dan lokasinya ada Dusun Rowo, Desa Pakis, Kecamatan Banyuwangi. Kurang lebih 4 Km dari Pusat Kota Banyuwangi.

Seperti dikutip dari banyuwangitourism.com, Pantai Cemara ini terbagi menjadi dua zona. Zona untuk pengunjung dan zona inti. Pada Zona inti, pengujung tidak bisa memasuki area ini, karena digunakan sebagai tempat penyu bertelur. Saat musim penyu bertelur, Pantai Cemara juga menjadi salah satu jujugan penyu untuk bertelur. Di tempat ini juga disediakan tempat semi alami untuk Penyu bertelur.

Di arena yang lebih dari lima hektar, pohon cemara tumbuh di pantai. Selain sebagai area konservasi, Cemara Udang ini juga berguna untuk menangkal abrasi dan hembusan angin pantai yang mengarah ke pemukiman warga, yang tak jauh dari area Pantai Cemara.

Menghadap langsung Pulau Bali, Pantai Cemara menjadi spot yang sangat cocok untuk menikmatisunrise. FOTO: BANYUWANGITOURISM.COM

Pantai Cemara banyak menawarkan spot untuk selfie bagi pengunjung. Pepohonan cemara yang rindang, tak kalah menariknya untuk dijadikan spot selfie dari berbagai sudut. Pantai ini menghadap langsung Pulau Bali, sehingga menjadi spot yang sangat cocok untuk menikmati sunrise.

Berbagai fasilitas seperti tempat duduk, ayunan menjadi salah satu alternatif untuk mengabadikan moment saat berkunjung ke pantai yang letaknya jauh dari jalan raya ini dan sangat cocok untuk tempat untuk bersantai dan rileks dari hiruk pikuk keramaian kota. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P