Rayakan Hari Merdeka, Komunitas Surabaya Gelar Pentas Ludruk

Aksi Ludruk The Luntas dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI di Warung Mbah Cokro, Jl Raya Prapen, Surabaya. The Luntas adalah kelompok ludruk yang digawangi anak-anak muda yang peduli pada budaya lokal. FOTO : ISTIMEWA

SURABAYA-SUREPLUS : Merayakan HUT Kemerdekaan Indonesia bisa dilakukan dengan cara apa saja. Mulai dari menggelar berbagai lomba di kampung, hingga sajian menu spesial di hotel berbintang. Di Warung Mbah Cokro, Surabaya, hari istimewa ini dirayakan dengan membuat rangkaian event yang melibatkan banyak komunitas, ‘Merdeka tanpa Hoax’, Jumat (17/8/2018) malam.

Acara dibuka dengan Pameran Artwork karya Yoes Wibowo, Andy Prayitno, dan Hendro D. Laksono. Kemudian Diskusi ‘Merdeka Tanpa Hoax di Tahun Politik’ bersama Fanny Lesmana, dosen Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, dan M. Hasanudin, initiator Opinium, aplikasi anti hoax.

Pukul 19.00 WIB, acara dilanjutkan dengan Pentas Ludruk The Luntas, ludruk nom-noman Surabaya, kemudian ditutup dengan doa bersama dan potong tumpeng.

“Acara ini digelar bersama-sama. Mulai dari kawan-kawan Klub Jurnalistik, Komunitas Ludruk Luntas, dan komunitas yang lain,” jelas M. Zurqoni, pemilik Warung Mbah Cokro, Jl Raya Prapen, Surabaya.

Hadir dalam acara ini beberapa pegiat pers kampus di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Universitas Airlangga, UK Petra, dan beberapa kampus yang lain. “Kami berkumpul untuk sama-sama bersyukur. Karena setelah meraih kemerdekaan, kita bisa leluasa berkumpul, berpendapat, mencari rejeki, dan berkarya,” kata Zurqoni.

Harapan itu, lanjutnya, diwakili saat doa bersama. “Kita berharap seni dan budaya kita terus tumbuh, kuat, dan tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” pungkasnya. (HDL)

Editor: Hendro D. Laksono