Percepatan Proyek Migas Diharap Memacu Produksi Migas Nasional

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat melakukan peletakan batu pertama Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kabupaten Bojonegoro, tahun 2017 lalu. FOTO : SKKMIGAS.GO.ID

BOJONEGORO-SUREPLUS : Industri hulu migas berperan penting dalam menjaga ketahanan energi. Upaya ini sekaligus jadi bagian strategis membentuk ketahanan nasional. Pernyataan ini disampaikan Kepala Unit Percepatan Proyek JTB SKK MIGAS Agus Budiyanto saat memimpin upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di halaman Pioneer Office, Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Jumat (17/08/2018).

Di depan peserta yang terdiri dari pekerja proyek Gas Processing Facility (GPF) Lapangan Gas Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB) ini Agus mengingatkan, pada semester pertama tahun ini, rata-rata lifting minyak bumi mencapai 771 ribu barel per hari.

“Sedang untuk gas bumi mencapai 1,152 juta setara barel minyak per hari,” katanya, seperti dikutip di laman bojonegorokab.go.id. Dari angka ini diperoleh data total pencapaian lifting migas Indonesia semester pertama adalah 1,923 juta barrel oil equivalent per day (BOEPD) atau 96 persen dari target APBN.

Agus berharap, proyek-proyek migas yang ada ke depan dapat segera dipercepat, sehingga ada penambahan baru bagi bagi produksi migas nasional. Hingga tahun 2025, lanjutnya, industri hulu migas masih memiliki sedikitnya 19 proyek utama hulu migas, yang masih berjalan.

Perkembangan ini diperkirakan bisa menarik investasi hulu migas hingga 19 miliar Dolar AS dan akan berkontribusi menambah produksi hingga 650 ribu setara barel minyak per hari. (PRS/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono