BISI-222, Benih Jagung Kediri Melenggang Ke Srilanka

BISI-222
Perusahaan agribisnis ternama di Kabupaten Kediri, PT BISI International Tbk mengirimkan sejumlah benih jagung produksinya, bernama BISI-222 ke Srilanka. FOTO; SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Perusahaan agribisnis ternama di Kabupaten Kediri, PT BISI International Tbk mengirimkan sejumlah benih jagung produksinya, bernama BISI-222 ke Srilanka. Hal ini seiring besarnya permintaan pasar Srilanka terhadap benih jagung asli inovasi masyarakat lokal di Kediri, Jawa Timur.

Presiden Direktur PT BISI International Tbk, Jemmy Eka Putra menyampaikan, kini BISI-222, berhasil menembus pasar ekspor. Benih jagung ini merupakan hasil karya para peneliti BISI yang dipimpin Putu Darsana.

“BISI-222 dilahirkan di Kediri, sehingga semakin menumbuhkan keyakinan kami bahwa keunggulan karya Indonesia telah mampu bersaing di dunia internasional,” kata Presiden Direktur PT BISI International Tbk, Jemmy Eka Putra, saat melepas ekspor benih jagung BISI-222 ke Srilanka, di Processing Plant Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Sabtu (18/8/2018).

Keberhasilan BISI dalam mengembangkan perbenihan, diakui Jemmy, selama ini juga tidak bisa dilepaskan dari sistem produksi melalui program kemitraan dengan para petani. Pihaknya sangat bangga, bahwa hasil produksi petani Indonesia mampu menembus pasar internasional yang sangat kompetitif.

Pada tahun 2018 ini, perusahaan ini melakukan ekspor benih jagung hibrida ke dua negara, yaitu Srilanka dan Pakistan. Di kedua negara itu,volume benih jagung yang diekspor ditargetkan bisa mencapai 500 ton atau senilai 1,5 juta dolar AS.

“Tahun depan, diharapkan volume ekspor benih jagung tersebut bisa meningkat hingga 1.000 ton atau senilai kurang lebih 3 juta dolar AS,” katanya.

Dia menilai, upaya ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri karena bisa melakukan ekspor benih jagung hibrida ke Srilanka. Selain produk benih jagung hibrida BISI tersebut bisa diterima dengan baik dan sesuai dengan iklim di negara tujuan ekspor, Indonesia juga menjadi salah satu dari tiga negara.

“Indonesia kini setara dengan Thailand dan Australia, yang diijinkan melakukan ekspor benih jagung langsung ke Srilanka,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Sumarjo Gatot Irianto, menyatakan, bahwa keberhasilan ekspor benih jagung hibrida ini sekaligus membuktikan kedaulatan pangan nasional.

“Kini Indonesia bukan lagi menjadi negara pengimpor, tapi justru naik kelas sebagai negara pengekspor benih jagung,” katanya.

Ke depan, yakin dia, pencapaian ini harus ditingkatkan sehingga benih jagung Indonesia makin meluas ke berbagai negara. Yang mana target minimal dari negeri ini adalah mengalahkan Amerika. (Ayu Citra SR/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas