RAPBN 2019, Rencana Membangun 905 Km Jalan Tol

pembangunan infrastruktur
Dalam RAPBN 2019, alokasi anggaran infrastruktur naik mencapai Rp 420,5 triliun. Termasuk rencana membangun 905 km jalan tol. Tampak proyek pembangunan jalan tol di Jawa Timur. FOTO: PU.GO.ID

JAKARTA-SUREPLUS: Selain meningkatkan pembangunaan Sumber Daya Manusia (SDM), Pemerintah juga tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur. Alokasi anggaran infrastruktur di tahun 2014 hanya sekitar Rp 154,7 triliun, dan ditingkatkan menjadi Rp 256,1 triliun di awal Kabinet Kerja 2015.

“Maka dalam RAPBN 2019, alokasi anggaran infrastruktur diupayakan naik mencapai Rp 420,5 triliun,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pidato Presiden pada Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang RAPBN Tahun 2019 beserta Nota Keuangan, di Jakarta, Kamis (16/08/2018).

Dikutip dari transkrip pidato Presiden Jokowi di setkab.go.id, pada tahun 2019, penyelesaian target pembangunan infrastruktur terus dilanjutkan. Terutama yang dibutuhkan untuk pembangunan di daerah. Maka dengan menggunakan dana APBN sebagai katalis, Pemerintah berencana membangun 667 kilometer ruas jalan nasional baru, 905 kilometer jalan tol, 48 unit bendungan, dan 162 ribu hektare jaringan irigasi.

“Kita akan melakukan berbagai terobosan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Tanah Air, melalui skema pembiayaan pembangunan infrastruktur di luar APBN dengan melibatkan pihak swasta. Namun, dalam situasi global yang bergejolak, Pemerintah akan berhati-hati menjaga pembiayaan infrastruktur agar risiko tetap terjaga dan berkelanjutan,” kata Presiden Jokowi.

Pembangunan infrastruktur ini untuk memperkuat konektivitas, menyambungkan berbagai potensi ekonomi di seluruh Indonesia, memeratakan pembangunan, menumbuhkan kegiatan ekonomi baru, serta meningkatkan distribusi barang dan jasa.

“Hasil akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengurangan kemiskinan dan pengangguran, serta pengurangan ketimpangan,” lanjut Jokowi.

Sejak tahun 2015 hingga sekarang, Pemerintah telah membangun jalan, pelebaran jalan nasional sepanjang 12.783 kilometer, 11 Bandara baru dan dari tahun 2016 sampai 2017 sudah dibangun sekitar 369 kilometer spoor rel kereta.

“Kita juga telah memberikan penjaminan pada program pembangunan infrastruktur energi prioritas, seperti pembangunan pembangkit tenaga listrik 10.000 MW tahap 1, infrastruktur digital berupa akses internet di daerah non-komersial dan broadband di desa. Juga penjaminan program penyediaan air minum kepada 11 PDAM, serta penjaminan program kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha,” katanya.

Di sisi lain, untuk program penyediaan perumahan bagi masyarakat, Pemerintah telah memfasilitasi kepemilikan 781 ribu unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, melalui dana bergulir, subsidi bunga, bantuan uang muka, dan insentif perpajakan. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P