Pemkab Bojonegoro Terima DBH Migas Total Rp 1 Triliun

Fasilitas Pengolahan Pusat milik ExxonMobil di Lapangan Banyu Urip, Bojonegoro, Jawa Timur. ExxonMobil memegang 45 persen dari total saham partisipasi Blok Cepu. FOTO : EXXONMOBIL.CO.ID

BOJONEGORO-SUREPLUS : Memasuki bulan Agustus 2018, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah menerima dana bagi hasil (DBH) Migas 2018 Triwulan III sebesar Rp 403 miliar. Dengan demikian, menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ibnu Soeyoeti, DBH Migas untuk triwulan satu, dua, dan tiga total kurang lebih Rp 1 triliun.

Hal ini selaras dengan optimisme Pemkab Bojonegoro setahun lalu, bahwa perolehan DBH Migas 2018 diproyeksikan mencapai Rp 1,3 triliun, meski harus membayar sisa salur sebesar Rp 290 miliar.

Pejabat BPKAD waktu itu, Herry Sudjarwo, menjelaskan jika perolehan DBH Migas 2018 bisa aman karena ada tambahan DBH Triwulan IV sebesar Rp 314 miliar, dan ini akan diterima daerah pada 2018.

Kementerian Keuangan saat itu juga sudah mengeluarkan surat keputusan terkait perolehan DBH Migas Kabupaten Bojonegoro 2018 yang ditetapkan sebesar Rp 1,3 triliun, meningkat dibandingkan tahun 2017 yang raihannya mencapai Rp 766 miliar. Data perolehan 2018 ini lebih besar karena produksi minyak Blok Cepu meningkat, juga harga minyak dunia cenderung stabil.

“Dengan diterimanya DBH Migas, maka Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang bertanda bintang akan dilaksanakan, dan tidak ada lagi penundaan kegiatan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” jelas Ibnu Soeyoeti, seperti ditulis di laman bojonegorokab.go.id. (PRS/HDL)

Editor: Hendro D. Laksono