Penyembuh Luka Bakar Berbasis Albumin Ikan Gabus

Salah seorang anggota tim peneliti sedang melakukan penelitian dan pengujian berbasis albumin dan garam fisiologi di laboratorium FST Unair, Surabaya. FOTO: DOK PKM-PE UNAIR

SURABAYA-SUREPLUS: Luka bakar bisa mengakibatkan kecacatan, hilangnya kepercayaan diri, juga butuh biaya relatif mahal untuk penyembuhan. Rata-rata, penderita luka bakar memerlukan pengobatan langsung untuk mengembalikan fungsi normal kulit.

Dikutip dari Press Release Humas Unair yang diterima Redaksi Sureplus.id, berdasarkan permasalahan tersebut, tiga mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair), Rasta Galih Aprizal, Erin Wijayanti dan Rahma Yunia Utami, di bawah bimbingan Prof Dr Afaf Baktir MS melakukan penelitian.

Mereka menguji produk herbal penyembuh luka bakar berbasis albumin ikan gabus dan larutan garam fisiologis sebesar 0,9 persen. Keberhasilan penelitian itu kemudian dituangkan dalam proposal penelitian dan berhasil lolos seleksi yang dilaksanakan oleh Dikti, sehingga berhak memperoleh dana penelitian dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk program PKM tahun 2018.

Dari hasil penelitian, diterangkan oleh Rasta Galih Aprizal, selaku ketua tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) ini, dapat disimpulkan bahwa pemberian larutan garam fisiologis 0,9 persen mempunyai waktu penyembuhan luka bakar derajat 2 pada mencit lebih cepat dibandingkan dengan pemberian campuran albumin ikan gabus maupun bioplacenton sebagai gold standard.

”Luka tersebut dikatakan sembuh apabila menyempitnya luas luka serta meningkatnya jumlah fibroblas,” tambah Rasta Galih.

Dikatakan, Natrium Klorida 0,9 persen atau normal saline adalah larutan fisiologis yang berasal dari alam, serta ada di seluruh tubuh. Karena alasan tersebut, maka tidak ada reaksi hipersensitivitas dari NaCl.

”Natrium Klorida itu mempunyai Na dan Cl yang sama seperti plasma. Sel ini tidak akan mempengaruhi sel darah merah, sehingga larutan garam fisiologis sebesar 0,9 persen dapat digunakan sebagai obat herbal alternatif penyembuh luka bakar yang efektif serta dengan biaya yang lebih terjangkau,” tandas Rasta Galih Aprizal. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P